Berbagai Jenis Tanaman Yang Bisa Dimanfaatkan Untuk Bahan Pesitisida Alami (Bio Pestisida)

Berbagai Jenis Tanaman Yang Bisa Dimanfaatkan Untuk Bahan Pesitisida Alami (Bio Pestisida)

Berbagai Jenis Tanaman Yang Bisa Dimanfaatkan Untuk Bahan Pesitisida Alami (Bio Pestisida)Pestisida alami atau pestisida organik adalah sejenis pestisida yang bahan baku pembuatanya berasal dari berbagai bahan alami yang ada disekitar kita, baik itu dari hewan maupun tanaman. Dari sekian banyak sekali bahan organik dalam pembuatan pestisida alami ini, yang memiliki kandugan zat aktif pengendali hama dan penyakit berasal dari tanaman.

Tumbuhan atau tanaman yang bisa digunakan sebagai bahan pembuatan pestisida alami ini sangat banyak dan bermacam-macam, dan diantaranya masuk dalm kategori tumbuhan liar. Nah berikut ini, kita akan berbagi finromasi kepada anda semua tentang Berbagai jenis tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk bahan pesitisida alami (bio pestisida). Wah kira kira apa saja ya? Simak ulasan selengkapnya dibawah ini:

Berbagai Jenis Tanaman Yang Bisa Dimanfaatkan Untuk Bahan Pesitisida Alami (Bio Pestisida) Jenis Tanaman Yang Bisa Dimanfaatkan Untuk Bahan Pesitisida Berbagai Jenis Tanaman Yang Bisa Dimanfaatkan Untuk Bahan Pesitisida Alami (Bio Pestisida) Jenis Tanaman Yang Bisa Dimanfaatkan Untuk Bahan Pesitisida Alami

Berbagai Jenis Tanaman Pestisida Organik, Kandungan Kimia, Dan Juga Efeknya

Ajeran

Tumbuhan ajeran ini memiliki kandungan flavanoid terpen, lemak, fenilpropanoid, dan juga benzenoid didalamnya. tanaman ini bisa dimanfaatkan untuk mengendalikan hama serangga, dan bagian yang berada diatas permukaan tanah, mulai dari biji, batang, serta daun.

Bawang

Didalam bawang memiliki kandungan minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, dihidroaliin, lavonglikosida, saponin, peptida, fitohormon, kuersetin. Ekstrak bawang merah ini nantinya mampu digunakan sebagai penolak hama dan juga pengendali serangga.

Bawang Putih

Didalam bawang putih terdapat kandungan senyawa minyak atsiri, dialilsulfi da, aliin, alisin, enzim aliinase. Bawang putih ini berfungsi untuk menolak hama dan juga memiliki sifat insektisida, nematisida, fungisida, dan juga antibiotik bagi tanaman.

Bayam Duri

Didalam tanaman bayam duri, memiliki banyak sekali kandungan didalamnya, mulai amarantin, rutin, spinasterol, hentriakontan, tanin, kalium nitrat, kalsium oksalat, garam fosfat, zat besi, serta vitamin. Ekstrak bayam duri ini, bisa anda manfaatkan untuk agen penginduksi ketahanan sistemik tanaman cabai merah dari serangan Cucumber Mosaik Virus dan juga virus gemini.

Bengkuang

Didalam buah bengkuang memiliki kandungan rotenon dan juga pachhyrizid. Pestisida nabati dengan memanfaatkan buah bengkuang ini bermanfaat unutk mengendalikan penghisap buah dan juga penghisap bunga, spodoptera, dan berbagai jenis serangga lainnya.

Brotowali

Senyawa kimia yang terdapat dalam Brotowali diantaranya alkaloid, damar lunak, pati, glikosida pikroretosid, zat pahit pikroretin, harsa, berberin, palmatin, kolumbin (akar), kokulin (pikrotoksin). Untuk ekstrak tanaman brotowali ini bisa digunakan sebagai insektisida nantinya.

Bunga Piterum

Bagian yang bisa dimanfaatkan dari Bunga Piterum ini adalah serbuk bunga. Didalam serbuk bunga ini mengandung zat piretrin yang bisa digunakan untuk mengendalikan hama ulat.

Cabai Merah

Kandungan senyawa yang terdapat didalam cabai merah diantaranya kapsaisin, dihidrokapsaisin, vitamin (A, C), damar, zat warna kapsantin, karo ten, kapsarubin, zeasantin, kriptosantin dan clan lutein. Selain itu, ada pula kandungan mineral seperti zat besi, kalium, kalsium, fosfor dan niasin. Dengan memanfaatkan ekstrak cabai merah ini bisa digunakan sebagai insektisida dan juga penolak hama.

Cengkeh

Didalam tanaman cengkeh ini mengandung senyawa kimia seperti eugenol, eugenol asetat, kariofilen, sesquiterpenol dan naftalen. Ekstrak dari tanaman cengkeh ini memiliki sifat fungisida, bisa mengakibatkan kemandulan pada hama dan menghambat aktifitas makan mereka.

Duku

Senyawa kimia yang terdapat dalam buah duku adalah alkaloida, saponin, lavonoida dan polifenol. Ekstrak dari buah duku ini biasa dimanfaatkan sebagai insektisida nantinya.

Pepaya

Bagian tanaman yang dimanfaatkan dari buah pepaya ini adalah daun, biji, dan buah yang belum masak. Hal in bisa diguanakan untuk mengendalikan hama maupun penyakit pada tanaman. Buah pepaya memiliki sifat fungisida, insektisida, dan juga penolak hama.

Tembakau

Yang dimanfaatkan dari tanamn tembakau ini adalah daun dan batangnya, karena mengandung nikotin yang tinggi. Ekstrak tembakau ini bersifat sebagai insektisida, akarisida, dan juga fungisida.

Kunyit

Bagian yang digunakan dalam kunyit untuk bahan pestisda organik adalah rimpang. Kunyit ini bisa dimanfaatkan sebagai insektisida untuk mengendalikan serangga hama, serta bisa juga digunakan untuk fungisida untuk mengendalikan jamur perusak tanaman.

Kenikir

Tanaman kenikir ini bisa dimanfaatakn sebagai penolak hama, insektisida, fungisida, dan juga nematisida. Bagian yang dimanfaatkan adalah bunga, daun, batang, dan juga akar.

Lidah buaya

Kandungan senyawa yang ada didalam lidah buaya adalah saponin, flavonoida, polifenol dan tanin. Ekstrak dari lidah buaya ini bisa dimanfaatkan sebagai insektisida, fungisida, dan juga bakterisida. Selain itulidah buaya juga bisa digunakan sebaga I perekat alami dalam aplikasi pesitisida.

Mengkudu

Didalam buah mengkudu mengandung xeronin, proxeronin, scopoletin dan antraquinan. Ekstrak dari buah mengkudu ini memiliki sifat insektisida.

Sirih

Didalam daun sirih, memiliki banyak sekali senyawa kimia didalamnya, seperti minyak atsiri (eugenol, methyl eugenol, karvakrol, kavikol, alil katekol, kavibetol, sineol, estragol), karoten, tiamin, riboflavin, asam nikotinat, vitamin C, tanin, gula, pati, dan asam amino. Ekstrak darun sirih ini memilikis ifaks ebgai insektisida

Sirsak

Didalam buah sirsak memiliki kandungan senyawa tanin, fitosterol, ca-oksalat dan alkaloid murisine. Ekstrak dari daun dan juga biji sirsak ini memiliki sifat insektisida, antifeedant, repellent, dan juga racun kotak.

Srikaya

Didalam buah Srikaya memiliki kandungan asetogenin, squamocin, bullatacin, annonacin dan neoannonacin. Senyawa kimia yang terdapat dalam buah srikaya ini memiliki sifat sifat insektisida, antifeedant, repellent, dan juga racun kotak.

Tomat

Didalam buah tomat memiliki kandungan lkaloid solanin (0,007%), saponin, asam folat, asam malat, asam sitrat, bioflavonoid dan tomatin. Ekstrak dari tanaman tomat ini memiliki sifat isnsektisida dan juga penolak hama (repellent).

Demikian infromasi dari kami tentang berbagai jenis tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk bahan pesitisida alami (bio pestisida), semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *