Budidaya Kacang Tanah Dan Perawatannya

Budidaya Kacang Tanah – Kacang tanah bisa diolah menjadi berbagai makanan lezat seperti kue, sambal dan masih banyak lainnya. Semakin hari permintaan konsumen terhadap kacang tanah semakin meningkat .

Melihat besarnya kinat pasar terhadap kacang tanah ini tidak ada salahnya jika kita mencoba untuk menaman kacang tanah sendiri. Siapa tahu kita juga bisa menjadikannya sebagai peluang bisnis.

Budidaya Kacang Tanah Dan Perawatannya Budidaya Kacang Tanah Budidaya Kacang Tanah Dan Perawatannya Budidaya Kacang Tanah

Dalam budidaya kacang tanah yang hal yang paling penting adalah kondisi tanah, pemilihan benih dan cara perawatan. Untuk lahannya sendiri sebaiknya pilih lahan yang berada di ketinggian mencapai 50 – 500 mdpl.

Selain itu kacang tanah bisa tumbuh dengan baik di daerah yang mempunyai curah hujan sedang. Jangan lupa untuk memeriksa kondisi tanah, sebaiknya kacang tanah ditanam di tanah yang gembur dan memiliki banyak kandungan unsur hara seperti Kalium, Pospat, Kalsium dan Nitrogen. Dibawah ini adalah tatacara budidaya kacang tanah yang baik dan benar.

Pemilihan Benih

Pemilihan benih sangat berpengaruh pada hasil panen nantinya. Penggunaan bibit dengan kualitas bagus rupanya bisa menghasilkan panen yang maksimal. Lantas seperti apasih benih yang bagus itu?

Benih yang bagus biasanya berumur tidak lebih dari 100 hari. Biasanya benih yang berumur kurang dari 100 hari cenderung berwarna sedikit kehitaman. Jika sudah mendapatkan benih sesuai dengan kebutuhan langkah berikutnya adalah jemur benih tersebut selama 5 hari.

Agar kualitas benih tetap terjaga dengan baik maka simpan benih kacang tanah minimal 3 bulan. Setelah itu benih sudah siap untuk ditanam.

Pengolahan tanah.

Budidaya kacang tanah berikutnya adalah melakukan pengolahan tanah. Sebelum ditanami gemburkan tanah terlebih dahulu. Setelah itu tambahkan dolamid sebanyak 2 ton/hektar. Diamkan campuran tanah dan dolomid selama 2 hari.

Dalam budidaya kacang tanah, lahan tidak boleh ada genangan air. Jika ada genangan air maka akan membuat hasil panen tidak maksimal. Untuk menghindari genangan kamu bisa membuat bedengan. Hal ini bertujuan agar drainase lancar.

Penanaman

Proses penanaman dilakukan dengan melubangi tanah beri jarak 25×25 cm. Dalam satu lubang beri satu biji benih kacang tanah. Biasanya 1 hektar tanah membutuhkan sekitar 500 gram benih.

Perawatan

Setelah ditnam jangan lupa untuk melakukan penyiraman setiap pagi dan sore jika musim kering. Kemudian setelah 4-7 hari setelah masa tanam maka benih kacang tanah tadi sudah mulai muncul kecambahnya.

Seiring dengan berjalannya waktu tanaman kacang tanah terus mengalami pertumbuhan dengan sangat baik. Pada hari ke-30 maka tanaman kacang tanah sudah berubah menjadi polong. Pada masa pembuahan jangan lupa untuk memberikan pupuk tambahan yang mengandung fosfor.

Pembasmian Hama dan Penyakit

Dalam budidaya kacang tanah yang namanya hama dan penyakit memang tidak bisa dihindari lagi. Biasanya hama yang sering menyerang adalah ulat sementara untuk penyakitnya mulai dari bercak daun, gapong, penyakit karat dan lain sebaiknya.

Jika tanaman sudah terserang penyakit maka harus ditindak lanjuti dengan tepat. Untuk menghilangkan hama maka kamu bisa membasminya menggunakan pupuk kandang yang sudah matang dan jangan lupa untuk melakukan penyiangan.

Sementara untuk membasmi penyakit bisa dilakukan dengan mencabut tanaman yang terserang penyakit.

Pemanenan

Budidaya kacang tanah yang terakhir adalah proses pemanenan. Ciri-ciri kacang tanah yang sudah siap panen adalah kacang yang sudah berusia 90 hari sejak masa tanam, daun sudah banyak yang berguguran dan batang sudah mulai mengeras. Cara pemanenannya sendiri juga sangat mudah kamu tinggal mencabut batang kacang tanah. Biarkan bagian polong pada kacang tanah tetap menggantung dan setelah itu kamu bisa memisahkan antara kacang dengan batangnya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: