Cara Budidaya Jagung Sistem Tanpa Olah Tanah (TOT)

Cara Budidaya Jagung ā€“ Jagung menjadi salah satu komoditas tanaman utama yang ada d Indonesia, karena biji-bijian ini bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan. Dengan penanaman yang tidak sulit, maka banyak orang yang melakukan budi daya tanaman ini.

Bagi anda yang tertarik, pada kesempatan kali ini kami ingin mengulas artikel tentang Budidaya Jagung dengan sistem Tanpa Olah Tanah (TOT), penasaran seperti apa? Simak ulasannya dibawah ini.

Cara Budidaya Jagung Sistem Tanpa Olah Tanah (TOT) budidaya jagung sistem tanpa olah tanah Cara Budidaya Jagung Sistem Tanpa Olah Tanah (TOT) Cara Budidaya Jagung Sistem Tanpa Olah Tanah

Tahap Budidaya Jagung Tanpa Olah Tanah

Persiapan Lahan

Bagi anda yang tertarik untuk melakukan Budidaya Jagung sistem tanpa olah tanah, wajib untuk dilakukan penyemprotan herbisida dari golongan gilsofat apabila rumput gulma pendek. Jika lahan yang anda miliki memiliki rumput gulma yang terlalu tinggi, maka perlu dilakukan pembabatan. Lakukan penyemprotan 1 minggu sebelum tanam.

Persiapan Benih

Untuk mendapatkan hasil yang berkualitas, maka dibutuhkan pula pemilihan benih berkualitas. Pemilihan benih unggul ini guna untuk memacu keseragaman serta kecepatan pertumbuhan. Kebutuhan benih jagung sistem TOT ini membutuhkan 15-20 KG per hektar.

Cara Penanaman

Seminggu setelah penyemprotan herbisida dilakukan, maka benih jagung sudah bisa ditanam. Unutk tehnik TOT ini sendiri penanaman ada 2 cara, yakni melubangi tanah menggunakan kayu runcing atau dengan sistem congklak, yakni mencangkul pada lubang tanam untuk tempat benih. 2 benih jagung untuk satu lubang dengan jarak tanam 80cm x 30 cm, lalu lubang ditutup dengan tanah, kompos, maupun pupuk kandang.

Kebutuhan Pupuk

Untuk kebutuhan Budidaya Jagung sistem TOT ini adalah 2,4 ton per hektar, atau bisa juga melihat status kesuburan tanah. Untuk jenis dan juga takaran pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang 1,5 ā€“ 2 ton/ha, SP-36 75kg/ha, Urea 300kg/ha, dan KCL 25 kg/ha. Namun jika PH tanah rendah, bisa ditambahkan dolomit sesuai kebutuhan.

Dosis/waktu dan Cara Pemupukan

Untuk pemupukan jagung sistem tanpa olah tanah ini dilakukan sebanyak 3x, untuk yang pertama ialah pupuk dasar, pupuk susulan pertama, dan pupuk susulan kedua. Untuk dosis, waktu dan juga caranya bisa anda simak dibawah ini:

  • Pemberian Pupuk Dasar

Untuk pupuk dasar ini kita menggunakan pupuk kompos, caranya cukup dengan menarburkan pupuk pada lubang tanam setelah benih ditanam dengan dosisi 1 genggam per lubang. Hal ini dimaksudkan agar benih cepat tumbuh dan tidak dimakan hama.

  • Pemberian Pupuk Susulan Pertama

Untuk pupuk susulan pertama ialah Urea 100 kg/ha, KCL 12,5 kg/ha, dan SP-36 75 Kg/ha. Cara pemupukannya ditaburkan disekeliling tanaman jagung dengan jarak sekitar 10 cm dari pangkal batang. Untuk pengaplikasiannya pada saat jagung berusia 14 hari setelah tanam, jangan lupa dilakukan penyiangan setelah pemupukan.

  • Pemberian Pupuk susulan kedua

Untuk pemberian pupuk kedua ini saat tanaman berusia 4-5 minggu setelah tanam. Untuk dosisinya ualah Urea 200 Kg/ha dan KCl 12,5 Kg/ha, dengan jarak 15 cm dari pangkal batang. Setelah itu dilakukan penyiangan

Cara Pemeliharaan

Untuk pemeliharaan Budidaya Jagung sistem tanpa olah tanah ini cukup mudah, yakni meliputi penyiangan, pendangiran, dan pengairan.

  • Penyiangan

Untuk melakukan penyiangan ini umumnya dilakukan 2 kali dalam satu musim, atau bisa dilihat dengan kondisi gulma. Penyiangan pertama dilakukan saat memasuki usia 14 hari setelah tanam sebelum pemberian pupuk, dan kedua dilakukan pada saat usia 4-5 minggu setelah tanam.

  • Pendangiran

Kegiatan ini adalah menaikkan tanah kepada pangkal batang dan area perakaran agar tanaman jagung bisa berdiri kokoh, serta bisa menimbun pupuk agar tidak hanyut oleh air.

  • Pengairan

Untuk kegiatan ini bisa dilakukan jika dibutuhkan, yakni seperti saat beberapa hari tidak turun hujan. untuk pengairan sendiri bisa dengan sistem leb yakni menggenangi lahan.

Pengendalian hama

Beberapa hama yang biasa ditemukan dalam Budidaya Jagung adalah ulat tanah, kutu daun, kumbang bubuk, kutu daun dll. Sementara penyakit yang sering muncul adalah busuk tongkol, busuk batang, bercak daun, bulai, dan hawar daun. Untuk pengendaliannya bisa menggunakan konsep PHT (Pengendalian Hama Terpadu).

Panen Jagung

Untuk Budidaya Jagung sistem TOT sudah bisa dipanen pada saat usia 100 hari setelah tanam, tergantung dari varietas yang digunakan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: