Cara Menanam Budidaya Jahe Beserta Cara Membuat Bibit Jahe

Cara Menanam Budidaya Jahe Beserta Cara Membuat Bibit JaheJahe, merupakan salah satu rempah yang memiliki banyak sekali manfaat dalam bidang kesehatan, bumbu masak dan bahkan digunakan minuman. Bagian dari jahe yang dimanfaatkan ialah rimpangnya yang beruas dan memiliki citarasa yang pedas.

Cara Menanam Budidaya Jahe Beserta Cara Membuat Bibit Jahe budidaya jahe Cara Menanam Budidaya Jahe Beserta Cara Membuat Bibit Jahe Cara Menanam Jahe

Tak ada yang tahu pasti darimana asal usul dari jahe ini, namun menurut dari para ilmuwan konon Jahe berasal dari India dan juga daratan Cina. Di Indonesia sendiri, Jahe sudah tersebar di seluruh pelosok negeri dan memiliki nama yang beragam disetiap daerah, seperti Jae (Jawa). Lahia (Nias), Jahi (Lampung), hingga Halia (Aceh).

Jenis Varietas Jahe di Indonesia

Dalam varietasnya, Jahe ini ternyata memiliki 3 jenis berbeda yang perlu anda ketahui, perbedaan jenis jahe ini didasari dari ukuran rimpang, warna rimpang, serta bentuk rimpangnya. Berikut beberapa jenis jahe yang dikenal di Indonesia:

  • Jahe Gajah/ Jahe badak : seperti namanya, jahe ini memiliki ukuran rimpang yang besar dan juga ruas rimpang yang lebih besar, jika dibandingkan varietas lain. Kelebihan dari jahe ini adalah bisa dikonsumsi baik saat masih usia muda maupun sudah tua.
  • Jahe emprit/ Jahe sunti : untuk ukuran rimpang dan juga ruas dari jahe ini sedikit lebih kecil, dan jahe jenis ini dipanen saat usianya sudah cukup tua. Untuk kualitas rasanya lebih pedas karena didalamnya mengandung banyak minyak atsiri didalamnya daripada jahe gajah. Jahe jenis ini biasa digunakan sebagai obat herbal.
  • Jahe Merah : jahe ini memiliki ukuran rimpang yang paling kecil jika dibandingkan kedua saudaranya, karena kandungan minyak atsirinya paling tinggi, maka jahe merah juga sering kali dimanfaatkan untuk pengobatan herbal, dan jahe merah dipanen saat usianya sudah cukup tua.

Syarat Tanaman Jahe bisa tumbuh

Tanaman jahe ini sangat cocok ditanam pada negara daerah tropis pada ketinggian 0-1700 mdpl. Bisa tumbuh optimal pada daerah dengan ketiggian 200-600mdpl dengan curah hujan 2500-4000mm per tahun dengan suhu sedang. Untuk jenis tanah yang cocok untuk menenam jahe ini adalah yang memiliki karakteristik gembur, banyak mengandung bahan organik, serta subur tanahnya. Dan salah satu lahan yang cocok adalah pada lahan hutan terbuka.

Cara membuat bibit jahe sendiri

Dalam menanam jahe caranya diperbanyak dengan cara vegetatif, yakni dengan menumbuhkan tunas-tunas pada rimpang jahe. Berikut caranya:

  • Silahkan pilih bibit dari varietas jahe yang ingin anda budidayakan
  • Sebaiknya dalam memilih jenis bibit berasal dari tanaman yang sehat dan bebas penyakit
  • Pilih bibit dari tanamn jahe yang sudah tua (berusia 10-12 bulan)
  • Rumpun induk pertmbuhannya normal (tidak terserang hama)
  • Memiliki rimpang mulus, warna mengkilat, bebas hama, dan tidak ada bagian yang busuk

Cara membuat tunas rimpang jahe

  • Sebelum ditanam, sebaiknya rimpang jahe ditunaskan terlebih dahulu selama 1-1,5 bulan, setelah tunas tumbuh barulah ditanam di lahan. Berikut caranya:
  • Sebelumnya, silakan pilih rimpang jahe yang ingin ditanam, lalu bibit dijemur sementara jangan sampai kering, lalu rimpang jahe disimpan selama 1-1,5 bulan.
  • Potong rimpang dengan pisau yang bersih dan steril, dalam setiap rimpang memiliki 3-5 mata tunas, jika sudah selanjutnya dijemur sekitar 8 jam lamanya
  • Agar terhindar dari bakteri, celupkan tunas pada larutan bakterisida, dosisnya dalam 10 liter air mengandung 3 gram bakterisida
  • Jika sudah, bibit jahe ditiriskan dan dijemur
  • Selanjutnya silahkan anda siapkan kotak kayu sebagai wadah, dan abu gosok secukupnya
  • Bagian bawah kotak kayu silahkan anda berikan abu gosok lalu letakan bibit 1 lapis diatasnya. Lalu diatasnya ditutup dengan abu gosok, dan diberikan lagi bibit jahe lagi, dan begitupun seterusnya.
  • Simpan bibit jahe ini ditempat teduh yang jauh dari hujan dan panas
  • Umumnya, dalam kurun waktu 2-4 minggu tunas jahe akan tumbuh, dan jahe pun siap ditanam dilahan

Persiapan lahan budidaya jahe

Lahan yang ingin ditanami bibit jahe ini sebaiknya disiapkan 1 bulan sebelum tanam. Persiapan lahan ini bisa meliputi pembersihan lahan dari gulma rumput maupun sisa tanaman sebelumnya. Lalu lahan dicangkul dengan kedalaman 25-35 cm, lalu biarkan selama 1 minggu. Jika sudah, lahan dicangkul atau dibajak untuk kedua kalinya untuk penggemburan dan dibuat bedengan yang memiliki lebar 80-120cm, tinggi 25-30cm, sementara untuk panjangnya menyesuakan lahan anda.

Cara Menanam Budidaya Jahe Beserta Cara Membuat Bibit Jahe budidaya jahe Cara Menanam Budidaya Jahe Beserta Cara Membuat Bibit Jahe Cara Menanam Budidaya Jahe

Dosis dan jenis pupuk dasar menanam jahe

Pupuk dasar memang menjadi bagian wajib dalam setiap membuat budidaya tanaman, begitupun dengan jahe ini. Nah untuk pupuk dan dosis yang digunakan untuk menanam jahe ini adalah:

  • Dolomit, diberikan setelah selesai pengolahan lahan pertama, untuk dosisnya disesuaikan dengan pH tanah. Taburkan secara merata dan biarkan sampai tersiram air hujan
  • Pupuk kandang/kompos, pupuk ini ditaburkan saat bersamaan dalam pembuatan bedengan, lalu diaduk atau ditutup dengan tanah kembali. Jenis kompos yang sangat cocok untuk tanaman jahe yang sudah difrermentasi sebelumnya
  • Pupuk TSP/SP36, KCL, URES/ZA ditaburkan bersama dengan penaburan pupuk kompos tadi
  • Dosis pupuk untuk menanam jahe: pupuk kandang 20-30 ton, TSP/SP36 300kg, Urea 200kg, dan KCL 300kg, dosis ini untuk lahan seluas 1 hektar.

Cara menanam bibit jahe

Waktu yang tepat dalam menanam bibit jahe adalah pada saat awal musim hujan. Penanaman bibit ini dilakukan 2-3 minggu setelah penaburan pupuk dasar. Berikut langkah penanaman bibit jahe:

  • pada atas bedengan, silahkan anda buat parit memanjang dengan kedalaman sekitar 10-15cm, jarak antara parit 40-50 cm.
  • letakan bibit jahe diatas parit dengan jarak 30 cm, bibit ini diletakan dengan posis rebah dan mata tunas menghadap keatas.
  • Tutup bibit jahe tadi menggunakan tanah dengan kedalaman kurang lebih 5 cm.

Jenis dan dosis pupuk susulan tanaman jahe

Untuk memberikan pupuk susulan ini, sebaiknya jahe yang ditanam sudah berusia 6-8 minggu. Untuk jenis pupuk yang digunakan adalah TSP dan KCL dengan dosis masing-masing 125 KG per hektar. Taburkan pupuk di sekililing tunas dan jangan sampai mengenaninya. Lalu tutup pupuk tadi dengan tanah.

Pemeliharaan budidaya Jahe

Sama seperti tanaman budidaya lainnya, budidaya jahe ini juga membutuhkan perawatan agar hasil panennya pun bisa sesuai dengan harapan. Berikut caranya:

  • Penyulaman : penyulaman ini segera dilakukan apabila melihat ada bibit jahe yang tidak tumbuh dan mati.
  • Penyiangan : dengan membersihkan area pertanaman dari rumput liar dan juga segala tanaman pengganggu lainnya
  • Pembumbunan : hal ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan susulan
  • Monitoring : melakukan pengamatan secara rutin harus dilakukan untuk mengetahui perkembangan tanaman dari serangan hama maupun penyakit

Pengendalian hama dan penyakit tanaman jahe

Tanaman jahe ini ini juga tak terlepas dari serangan hama perusak tanaman juga, maka hal ini perlu dilakukan agar tak merusak tanaman jahe kita. Beberapa penyakit yang sering dialami oleh tanaman jahe adalah:

  • Penyakit layu bakteri
  • Penyakit busuk rimpang
  • Bercak daun

Untuk mencegah serangan penyakit tersebut, ada cara yang bisa anda lakukan, diantaranya memiliki bibit unggul bebas penyakit, rotasi tanaman, melakukan monitoring, dan tidak menanam jahe yang terserang penyakit tersebut selama 3-5 tahun. Sanitasi lahan dan pemupukan berimbang dengan kondisi tanaman juga penting dilakukan.

Panen dan paska panen jahe

Tanaman jahe ini dipanen biasanya saat sudah memasuki usia 10-12 bulan setelah tanam. Cara memanen jahe ini adalah dengan cara mencangkul rimpang jahe, namun perlu berhati-hati agar rimpang jahe tidak rusak nantinya. Bersihkan rimpang jahe dari tanah yang masih melekat lalu dikemas menggunakan karung goni. Pisahkan rimpang jahe yang rusak atau busk agar tidak menyerang lainnya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: