Cara Mengatasi Penyakit Layu Fusarium (Moler) Pada Tanaman Bawang Merah

Cara Mengatasi Penyakit Layu Fusarium (Moler) Pada Tanaman Bawang MerahBawang merah merupakan salah satu komoditi penting di Indonesia, selain itu tanaman yang satu ini juga memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dipasaran, maka dari itu cukup banyak para petani yang menanam bawang merah ini dilahan mereka.

Cara Mengatasi Penyakit Layu Fusarium (Moler) Pada Tanaman Bawang Merah mengatasi penyakit layu Cara Mengatasi Penyakit Layu Fusarium (Moler) Pada Tanaman Bawang Merah Mengatasi Penyakit Layu Fusarium Moler Pada Tanaman Bawang Merah

Namun, banyak juga para petani yang mengeluh pada tanaman bawang merah mereka, dimana terdapat mikroorganisme pengganggu yang membuat tanaman bawang merah mereka menjadi rusak sehingga menurunkan harga jualnya juga. Dan yang lebih parahnya lagi, bisa juga membuat para petani gagal panen nantinya, apalagi jika musim hujan seperti saat ini yang membuat serangan para hama ini semakin meningkat.

Maka dari itu, pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang cara mengatasi penyakit layu Fusarium (Moler) pada tanaman bawang merah yang bisa anda lakukan nantinya. Sebelum itu, mari kita ketahui dulu apa sebenarnya penyakit Moler ini.

Penyakit Moler

Layu Fusarium atau penyakit Moler/Inul adalah sebuah penyakit yang kerap kali menyerang tanaman bawang merah yang sangat berbahaya. Penyebab penyakit Moler ini adalah adanya jamur patogen Fusarium oxysporum f.sp cepae.

Ditahun 1997, awalnya penyakit Moler ini dianggap tidak terlalu berbaya bagi tanaman bawang merah. Namun di tahun 2003-2007 ini penyakit Moler menjadi meluas dan bahkan meningkat hingga 8 kali lipat, dan data dari Direktorat Perlindungan Tanaman Hortikultura telah mencatat di tahun 2003 mencapai 48,2 lahan terserang penyakit Moler, dan pada tahun 2007 meningkat hingga mencapai 404,9 hektar.

Meningkatnya penyakit Moler pada tanaman bawang merah ini disebabkan oleh perubahan iklim yang tidak menentu. Selain itu, kebiasaan petani yang secara terus menerus menanam bawang merah dan tidak bergilir menenam tumbuhan lain membuat penyakit moler mudah berkembang. Selain itu, kondisi lahan serta pemilihan bibit yang tidak berkualitas juga bisa menjadi alasan kenapa bawang merah terserang penyakit Moler.

Gejala serangan penyakit Moler pada Bawang Merah

Seragan penyakit Moler ini semakin mengganas lagi pada saat musim hujan tiba, dimana curah hujan tinggi membuat kondisi lingkungan menjadi lembab sehingga membuat jamur fusarium bisa berkembang bias semakin cepat.

Cara Mengatasi Penyakit Layu Fusarium (Moler) Pada Tanaman Bawang Merah mengatasi penyakit layu Cara Mengatasi Penyakit Layu Fusarium (Moler) Pada Tanaman Bawang Merah Cara Mengatasi Penyakit Layu Fusarium Moler Pada Tanaman Bawang Merah

Biasanya, tanaman bawang merah yang terserang penyakit moler ini saat usianya mencapai 35-45 hari setelah tanam. Dan jika bibit yang digunakan tidak memiliki kualitas unggul, maka usai 5-10 hari pun penyakit Moler ini sudah menyebar. Beberapa gejala serangan penyakit moler:

Warna Daun Menjadi Menguning Dan Melengkung (Moler)

  • Tanaman bawang merah mendadak layu
  • Akar tanaman membusuk dan mudah dicabut
  • Daun tanaman terkulai
  • Daun melintir dan mengerut
  • Umbi membusuk dan juga terdapat jamur berwarna putih yang membuat tanaman bawnag merah mati

Cara Mengatasi Penyakit Layu Pada Tanaman Bawang Merah

Jamur Fusarium Oxsporum merupakan sejenis jamur yang cukup sulit dikendalikan, apalagi jika tanaman yang terinfeksi sudah cukup parah, namun jika sudah diketahui sejak dini maka penyakit ini masih bisa dikendalikan. Beberapa tindakan yang tepat untuk mengatasi penyakit moler:

Pengendalian Penyakit Moler secara Hayati dan Teknis

  • Melakukakan pergiliran tanaman dengan jenis tanaman selain jenis inang, cara ini cukup penting dilakukan agar memutus siklus kehidupan dari jamur fusarium yang bersembunyi didalam tanah
  • Pengolahan lahan yang baik, caraya dengan melakukan pencangkulan dan penjemuran lahan, dan juga penting untuk membersihkan sisa dari tanaman sebelumnya
  • Pengapuran dan meningkatkan PH tanah. Hal ini perlu dilakukan karena PH Tanah yang rendah sangat disukai oleh jamur
  • Menjaga kebersihan linkungan, seperti membersihkan gulma dan juga rumput liar disekitar tanaman agar tidak terlalu lembab
  • Drainase yang baik untuk mencegah genangan air hujan
  • Selektif dalam memilih benih/bibit yang unggul
  • Menggunakan pupuk organik (kompos) dan juga agens hayati Trichoderma sp. Dan Gliocladium sp.
  • Mencabut tanaman yang terinfeksi agar tidak menular

Pengendalian Penyakit Moler Dengan Cara Kimiawi

Sampai saat ini memang belum ada fungisida kimia yang sangat ampuh untuk mengatasi jamur fusarium yang menyebabkan penyakit moler ini, namun beberapa cara bisa anda lakukan untuk mengendalikan penyebarannya :

  • Pada saat 5-7 hari sebelum tanam, sebaiknya lahan yang akan ditanami disemprot dengan menggunakan fungisida yang memiliki bahan akti azoksistrobin dan juga difenokonazol didalamnya.
  • Lalu dilakukan penyemprotan fungisida lagi dengan interval 5-7 hari sekali, hal ini dimulai ketika tanaman bawang merah sudah berusia 10-15 hari setelah tanam

Sebaiknya anda tidak menggunakan agens hayati (Trichoderma sp. Dan Gliocladium sp) ini secara bersamaan dengan cara fungsisida kimia, karena dikhawatirkan nantinya fungisida sintetis menganggu perkembangan dari agnes hayati, dan membuatnya tidak berfungsi semestinya. Dan jika ingin menerapkanya, sebaiknya anda berikan jeda waktu beberapa hari.

Demikian informasi dari kami tentang cara mengatasi penyakit layu  pada tanaman bawang merah, semoga bermanfaat ya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: