Cara Mengendalikan Hama Orong-Orong dengan Pestisida Nabati

Cara Mengendalikan Hama Orong-Orong  – Orong-orong atau yang mempunyai nama latin Gryllotalpa Orientalis Burmeister merupakan serangga nokturnal atau serangga yang aktif dimalam hari. Orong-orong akan keluar dari sarangnya pada malam hari. Sarang Orong-orong berada di dalam tanah.

Meski mempunyai bentuk yang kecil namun ternyata hewan berwarna coklat ini juga gemar sekali memangsa cacing, larva dari serangga lain sampai akar tanaman. Oleh sebab itu kehadiran Orong-orong sangat dibenci oleh para petani.

Cara Mengendalikan Hama Orong-Orong dengan Pestisida Nabati Cara Mengendalikan Hama Orong-Orong Cara Mengendalikan Hama Orong-Orong dengan Pestisida Nabati Cara Mengendalikan Hama Orong Orong

Orong-orong mempunyai sepasang tungkai bagian depan dimana sepasang tungkai tersebut digunakan untuk menggali tanah dan berenang di air. Serangan Orong-orong ini sulit sekali terdeteksi oleh para petani hal ini dikarenakan Orong-orong menyerang bagian akar tanaman.

Lantas tanaman apa saja yang diserang oleh Orong-orong? Tanaman yang sering diserang oleh Orong-orong diantaranya adalah tomat, cabai, terong dan padi.Jika diserang oleh hama Orong-orong ini maka beberapa tanaman tadi  akan mati sebab bagian akarnya telah putus.

Jika tidak ditangani dengan tepat maka populasi hama Orong-orong ini akan semakin banyak dan petani akan gagal panen. Untuk menghindari hal tersebut perlu dilakukan penanganan tepat. Dan berikut ini adalah cara mengendalikan hama Orong-orong :

  1. Cara mengendalikan hama Orong-orong yang pertama bisa dilakukan dengan membuat lahan serata mungkin. Hal ini bertujuan agar air bisa menggenangi lahan dengan rata. Cara yng satu ini bisa menghambat pertumbuhan hama Orong-orong.
  2. Mengendalikan populasi hama Orong-orong juga bisa dilakukan secara alami yaitu menggunakan pestisida nabati. Untuk pembuatan pestisida nabati ini cukup mudah yaitu menggnakan kulit jengkol, akar tuba dan tembakau.
  3. Selanjutnya sebelum memasuki proses tanam padi sebaiknya lahan yang akan digunakan digenagi terlebih dahulu dengan air selama kurang lebih 1 minggu. Dengan cara ini bisa membunuh telur hama Orong-orong yang ada di dalam tanah.

Menggunakan pestisida nabati pastinya dirasa lebih aman. Hal ini dikarenakan bahan-bahan yang digunakan mudah di dapat selain itu cara pembuatannya pun juga cukup mudah.

Cara membuat pestisida alami untuk mengurangi populasi hama Orong-orong

Alat :

  • Siapkan wadah (ember, panci atau jerigen)
  • Blender
  • Kain

Bahan :

  • 5 Ons tembakau
  • 2 Kg kulit jengkol
  • 5 Ons akar tuba/jenu
  • 6 Liter air

Cara Pembuatan :

  1. Potong kulit jengkol lalu masukkan ke blender agar teksturnya menjadi lebih halus.
  2. Masukkan kulit jengkol yang sudah halus tadi ke panci yang sudah diisi 2 Liter air.
  3. Panaskan air campuran kulit jengkol dan air tadi dan aduk sampai mendidih.
  4. Jika sudah dingin tuang air rebusan tadi dalam wadah yang sudah diberi kain. Kain ini bertujuan untuk memisahkan air dari ampasnya.
  5. Selanjutnya adalah rebus tembakau dan akar tuba secara tepisah. Prosesnya sama dengan si kulit jengkol tadi.
  6. Jika semua bahan sudah direbus dan terpisah dengan ampasnya maka ketiga air tadi dicampur dan disimpan pada jerigen.
  7. Dan pestisida nabati sudah siap digunakan.

Jika tadi kami sudah berbagai informasi tentang cara membuat pestisida nabati. Selanjutnya kami akan berbagai bagaiaman cara mengaplikasikan pestisida nabati ini untuk menghambat pertumbuhan hama Orong-orong.

  1. Campurkan 150 ml larutan pestisida nabati dengan 1 liter air. Lalu semprotkan ke tanaman di sawah secara merata. Semprot bagian pangkal batang tanaman. Untuk hasil yang maksimal lakukan penyemprotan setiap sore hari.
  2. Sedangkan untuk tanaman palawija atau tanaman di lahan darat lainnya, anda tinggal mnyemprotkan pestisida nabati ke pangkal batang atau ke permukaan tanah secara merata.

Bagaiaman, informasi tentang Cara Mengendalikan Hama Orong-orong tadi sangat menarik dan efisien sekali bukan? Semoga informasi tadi bermanfaat dan jangan lupa untuk mencobanya..

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: