Cara Mengendalikan Hama Penggerek Bunga Pinang (Batrachedra Sp)

Cara Mengendalikan Hama Penggerek Bunga Pinang  – Bagi anda yang memiliki tanaman pinang, maka salah satu penyebab menurunnya produksi tanaman ini ialah serangan dari serangga bernama Batrachedra sp. Serangga ini menyebabkan seludang yang belum terbuka menjadi berlubang nantinya.

Untuk itu, pada kesempatan kali ini kami ingin berbagi informasi kepada anda tentang cara mengendalikan hama penggerek bunga pinang. Namun sebelum itu, sebaiknya kita kenal dulu mengenai apa sih serangga Batrachedra sp ini?

Cara Mengendalikan Hama Penggerek Bunga Pinang (Batrachedra Sp) Batrachedra Sp Cara Mengendalikan Hama Penggerek Bunga Pinang (Batrachedra Sp) Cara Mengendalikan Hama Penggerek Bunga Pinang

Morfologi dan Bioekologi Batrachedra sp

Batrachedra sp bakal mengalami metamorifosis sempurna dimulai dari telur, larvam pupa, hingga Imago (serangga dewasa). Imago ini biasanya berada di sekitar tanaman Inang, antara pelepah, bunga, dan tandan. Karena masuk dalam tipe serangga nokturnal, maka  serangga ini akan aktif pada saat sore dan malam hari. Imago ini meletakan telur pada bunga betina dan jantan, dan saat telur menetas maka akan mengeluarkan larva berwarna putih dengan kepala coklat kehitaman. Setelah lahir serangga ini langsung memakan bunga sampai dewasa hingga akhirnya berubah menjadi imago berwarna perak keemasan serta memiliki sisik.

Gejala Serangan Batrachedra sp

Sebelum kita mengetahui Cara Mengendalikan hama Penggerek Bunga Pinang, maka terlebih dahulu kita ketahui gejala-gejala yang ditimbulkan sebelum mengobatinya. Gejala awal serangan Batrachedra sp ini pada bunga mengalami perubahan warna. Awalnya bunga jantan memiliki warna coklat  dan lama kelamaan akan berubah menjadi kering.  larva juga emakan serbuk sari bunga sehingga mempengaruhi proses penyerbukan tanaman juga nanti. secara umum, serangga  ini kerap kali ditemukan pada daerah yang memiliki ketinggian 150-700 mdpl, seperti Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat dan Banten.

Tingkat Serangan Batrachedra sp

Untuk tingkat serangan dari hama ini berbeda-beda, namun tingka sernagan tertinggi pada umumnya terjadi pada minggu kedua, ketia setelah pecah seludang. Untuk  aksesi Mongkonai dan Molinow-1, tingkat serangan paling tinggi terjadi pada minggu ketiga masing-masing sebesar 17,4% dan 19,4%, sementara pada aksesi Huntu terjadi pada minggu keempat sebesar 26,7%. Secara kumulatif, untuk tingkat serangan Batrachedra sp. sampai minggu kelima pada setiap aksesi adalah 62,3% pada aksesi Huntu, diikuti Malinow-1 57,%, dan Mongkonai 47,25%.

Cara Mengendalikan hama Penggerek Bunga Pinang

Beberapa Cara Mengendalikan hama Penggerek Bunga Pinang untuk menekan tingkat serangannya bisa anda simak dibawah ini:

Sanitasi yakni dengan membersihkan gulma yang berada sekitar tanaman yang terserang, mponitoring pemeliharaan dan perkembangan bunga.

Pengendalian hayati yakni memanfaatkan musuh dari Batrachedra sp seperti ancistrocerus sp. Dimana serangga ini memangsa larva, parasitoid telut trichogramma sp.. Meteorus sp., Apanteles sp. dan Chelonus sp. Untuk parasit ini diperbanyak di laboratorium dengan inang altrnatif, lalu dilepaskan di lapangan pada siang hari sebanyak 5 pasang/ha setiap 3 bulan sekali.

Pemberian pupuk yang berimbang, yakni meningkatkan ketersediaan unsur hara dan juga kesehatan tanaman, sehingga dengan begini bisa mengurangi serangan dari Batrachedra sp. Untuk dosis pupuk yang digunakan pada tanaman berumur 4 tahun ke atas yakni 100 g N; 40 g P205; 140 g K20 dan 12 kg kompos/pohon/tahun.

Cara Mengendalikan hama Penggerek Bunga Pinang secaara kimiawi bisa menjadi langkah terakhir apabila semua langkah diatas tidak manjur. Gunakan dosis sesuai yang dianjurkan agar nantinya tidak berdampak negatif pada lingkungan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: