Cara Mudah Budidaya Tanaman Pare, Perawatan, dan Pengobatan dari Serangan Hama

Cara Mudah Budidaya Tanaman Pare, Perawatan, dan Pengobatan dari Serangan Hama

Cara Mudah Budidaya Tanaman Pare, Perawatan, dan Pengobatan dari Serangan HamaJika menyebut kata “Pare” mungkin yang terlintas dibenak anda semua adalah sayuran yang mempunyai rasa pahit yang khas. Meski sayuran berwarna hijau ini mempunyai cita rasa yang pahit namun rupanya tak sedikit dari pecinta kuliner yang menjadikan pare sebagai sayuran favorit.

Dibalik rasa pahit tersebut ternyata pare menyimpan banyak zat yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Seperti vitamin A, vitamin C, zat besi dan fosfor. Selain itu ternyata kandungan serat yang terdapat dalam daging pare juga sangat bagus untuk pencernaan.

Cara Mudah Budidaya Tanaman Pare, Perawatan, dan Pengobatan dari Serangan Hama Budidaya Tanaman Pare Cara Mudah Budidaya Tanaman Pare, Perawatan, dan Pengobatan dari Serangan Hama Cara Mudah Budidaya Tanaman Pare Perawatan dan Pengobatan dari Serangan Hama

Tidak hanya pada bagian dagingnya saja ternyata pada bagian ujung pare juga mengandung protein, tiamin dan pro-vitamin A yang bagus untuk tubuh. Sayuran yang mempunyai nama latin Momordica charantia L.termasuk sayuran yang sangat produktif.

Jika cara budidaya tanaman pare dilakukan dengan baik dan benar maka produksi pare mampu mencapai 10 kg untuk satu kali panen. Waaw.. Jika dibandingkan dengan tanaman merambat yang lain ternyata pare termasuk sebagai tanaman yang paling produktif. Sebelum melakukan proses tanam ada baiknya jika kita mengetahui ulasan singkat tentang budidaya tanaman pare yang baik dan benar.

a). Ketentuan pertumbuhan tanaman pare
Tanaman pare akan tumbuh dengan kualitas unggul jika ditanam pada lahan yang mempunyai tinggi 1 – 1000mdpl, dengan pH kurang lebih 5-6 dan suhu 24-27°C.

b). Persiapan lahan
Untuk hasil yang memuaskan sebelum melakukan masa tanam sebaiknya lahan dibersihkan dari rerumputan liar dan setelah itu dibajak guna untuk menggemburkan tanah. Setelah selesai kita harus membuat bedengan dengan lebar 60-80 cm dan tinggi 15-20 cm atau disesuaikan dengan lahan. Jarak antar bedengan 2-2,5m pada lahan yang mempunyai tingkat kesuburan yang tinggi maka jarak bedengan dibuat jarang. Hal ini dikarenakan tanaman pare mempunyai percabangan yang cukup banyak.

c). Ketentuan pemberian pupuk dasar
Cara budidaya tanaman pare selanjutnya adalah ketentuan saat memberikan pupuk. Jika pupuk yang diberikan berlebihan atau kurang maka hal tersebut juga akan mempengaruhi kulitas pare. Berikut adalah ketentuan dalam pemberian pupuk :

  • Jika ph tanah dibawah 5,5 sebaiknya kita beri taburan kapur pertanian sebanyak  50 – 75kg/400m2.
  • Pupuk dasar ditaburkan diatas area bedengan setelah itu di tutup kembali menggunakan tanah.
  • Dalam tahap pupuk dasar kali ini kami menggunakan pupuk Kcl,ZA dan TSP dengan perbandingan 1:2:1 dengan dosis sebanyak 15-20kg/400m2.
  • Pemberian pupuk dasar ini sebaiknya dilakukan 10 – 15 hari sebelum memasuki masa tanam. Jika menggunakan mulsa buat lubang tanam dengan jarak 120 – 150 cm.

d). Cara penanaman dan perawatan pare yang baik
1. Benih yang sudah siap terlebih dahulu kita tanam di polybag.
2. Dalam satu lubang sebaiknya kita isi dengan 1 benih saja.
3. Kemudian beri nematisida lalu tutup kembali menggunakan tanah dengan ketebalan
sekita 1 cm.
4. Selang waktu 8 – 10 hari maka benih akan tumbuh, dan setelah itu sesegera mungkin kita
lakukan penyulaman jika ada tanaman yang mati atau tidak tumbuh.
5. Untuk mencegah munculnya hama lakukan penyemprotan pestisida. Penyemprotan
sebaiknya dilakukan pada sore hari.
6. Penyiraman dilakukan sesuai dengan kondisi.
7. Sebelum memasuki masa tanam sebaiknya kita persiapkan lanjaran terlebih dahulu.
Gunakan lanjaran yang kokoh dan kuat.

e). Pengendalian hama sekaligus penyakit pare
Setiap tanaman pasti tidak bisa terhindar dari yang namanya hama. Beberapa hama dan penyakit yang sering kali menyerang tanaman pare :

  • Lalat Buah, berbeda dengan hama pada umumnya ternyata lalat buah melakukan penyerangan melalui telur-telur yang mampu membuat buah /sayuran menjadi busuk.
  • Pencegahan lalat buah bisa kita lakukan dengan cara menyemprotkan insektisida.
    Kepik, keberadaan kepik pada buah/sayuran ditandai dengan adanya warna hitam keabu-abuan pada area buah/sayur. Pencegahan bisa kita lakukan dengan menyemprotkan  insektisida.
  • Siput, berbeda dengan hama yang lain rupanya siput atau bekicot ini lebih menyukai tanaman yang masih muda. Penyerangan ini dilakuaknnya dengan cara memakan daun dan batang muda. Untuk mengurangi populasi siput bisa kita lakukan dengan cara menaburkan nematisida pada area pangkal batang.
  • Kumbang, kumbang merupakan salah satu hama yang cukup bandel sebab serangga yang satu ini menyerang akar dan daun. Pencegahan hama ini bisa kita lakukan dengan menyemprotkan insektisida dan menaburkan nematisida pada pangkal batang.
  • Layu Fusarium, merupakan jenis penyakit yang menyerang pangkal batang. Timbulnya penyakit ini mampu membuat tanaman tersebut layu dan mati. Untuk pencegahan penyakit ini bisa kita lakukan dengan cara mencabut tanaman yang terserang penyakit  dan menyiram menggunakan fungisida.
  • Bercak daun, penyakit yang satu ini disebabkan oleh jamur. Gejala penyakit ini terlihat pada bagian bawah daun yang lama kelamaan akan berubah warna menjadi kuning disertai dengan bercak coklat kehitaman. Jika tidak ditangani dengan cepat maka penyakit ini bisa menular ke seluruh daun yang lama kelamaan akan mengering. Pengendalian penyakit ini bisa kita lakukan dengan cara membuang daun yang terserang penyakit dan dilanjutkan dengan penyemprotan fungisida.

f). Masa panen pare
Cara budidaya tanaman pare yang terakhir adalah masa panen. Masa yang paling dinantikan oleh petani ini pertama kali dilakukan ketika pare sudah berusia 55 – 60 hari setelah tanam. Untuk masa panen selanjutnya bisa dilakukan setiap 2 hari. Tanaman pare yang sudah siap panen adalah pare yang beratnya sudah mencapai 150 gram.

Demikian ulasan tentang cara budidaya tanaman pare  yang bisa kami bagikan kali ini. Semoga bermanfaat untuk anda semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *