Cara Sederhana Budidaya Ikan Gurami

Cara Sederhana Budidaya Ikan Gurami

Cara Sederhana Budidaya Ikan GuramiIkan gurami merupakan salah satu jenis ikan yang kini sedang laku keras di pasaran. Selain duri yang besar dagingnyapun juga lembut sehingga membuat para penikmatnya tak bisa berhenti menyantap ikan yang hidup di perairan tawar ini.

Banyaknya pecinta kuliner yang gemar sekali menyantap ikan gurami membuat para peternak ikan kewalahan melayani permintaan pasar yang cukup tinggi. Walau demikian hal tersebut tak membuat peternak ikan gurami kehilangan akal untuk terus menghasilkan ikan gurami dengan kualitas unggul.

Cara Sederhana Budidaya Ikan Gurami Budidaya Ikan Gurami Cara Sederhana Budidaya Ikan Gurami Cara Sederhana Budidaya Ikan Gurami

Hal ini dikarenakan cara budidaya ikan gurami yang tidak terlalu sulit. Akan tetapi masa panen ikan asli Indonesia ini tergolong cukup lama dari kebanyakan ikan air tawar jenis lainnya. Walau demikian keuntungan yang diperoleh dari budidaya ikan gurami juga sangat menjanjikan.

Sehingga banyak peternak ikan yang memilih ikan gurami sebagai sumber penghasilan mereka atau hanya dijadikann sebagai usaha sampingan. Usaha budidaya ikan gurami dibedakan menjadi dua yaitu budidaya pembenihan dan pembesaran. Berikut adalah langkah-langkah pembenihan ikan gurami :

1). Pemilihan induk sekaligus ciri-ciri ikan gurami dewasa dengan kualitas unggul

Ikan gurami baru dikatakan dewasa jika ikan tersebut sudah berusia 4-5 bulan. Ikan gurami bisa melakukan proses memijah dalam kurun waktu yang cukup lama serta  menghasilkan telur paling tinggi pada musim kemarau. Ciri-ciri ikan gurami yang bagus untuk dijadikan sebagai indukan.

Gurami Jantan Gurami Betina
Terdapat tonjolan atau biasa disebut dengan nonong pada bagian kepala yang letaknya terdapat diantara bibir atas dan area mata. Tidak terdapat tonjolan di kepala.
Tidak terdapat bercak hitam pada kelopak siripnya. Terdapat bercak hitam pada kelopak sirip.
Pangkal sirip mempunyai warna yang lebih terang dari gurami betina. Dasar sirip pada dada lebih gelap.
Gurami jantan dengan kualitas unggul yang cocok dijadikan induk mempunyai warna yang lebih cerah. Gurami betina dengan kualitas unggul yang cocok dijadikan induk mempunyai warna yang lebih cerah.
Sirip tertata rapi. Sisik mempunyai bentuk yang lebar.
Pergerakan gurami jantan yang baik cukup gesit dan sangat lincah. Jika dibandingkan dengan jantan pergerakan betina jauh lebih lambat.
Mempunyai rongga perut yang besar.

2). Tahap persiapan kolam untuk pemijahan ikan gurami

Luas kolam yang nantinya akan digunakan sebagai pemijahan sebaiknya mempunyai luas 3x3m atau 5x5m dengan kedalaman air yang mencapai 40-60 cm. Sedangkan untuk cara pembuatan kolam indukan gurami tidak berbeda jauh dengan pembuatan kolam pada umumnya.

Cara budidaya ikan gurami dilanjutkan dengan kolam yang dilengkapi dengan songgo atau tempat meletakkan sarang dengan diameter 25 cm dan ijuk sebagai tempat sarangnya. Songgo diletakkan 15cm dibawah permukaan atau lebih tepatnya di pinggiran kolam. Dalam satu kolam sebaiknya di isi 1 indukan jantan dan 4 indukan betina.

3). Proses pemijahan ikan gurami

Satu pekan sebelum memasuki tahap pemijahan induk pejantan akan membuat sarang yang nantinya akan digunakan sebagai tempat telur induk betina. Selang satu atau dua hari kemudian induk jantan akan mengajak induk betina memijah dengan cara bercumbu. Biasanya waktu pemijahan terjadi pada sore hari.

Jika lubang sarang sudah tertutup maka hal tersebut menjadi sebuah pertanda jika ikan sudah mulai memijah. Untuk memastikan apakah ikan sudah benar-benar memijah kita bisa menusukkan lidi ke sarang kemudian tarik keluar jika terdapat cairan warna kuning maka sarang sudah berisi telur. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemijahan ikan gurami antara lain : tata letak sarang, padat tebar induk, panen telur dan kualitas air yang digunakan.

4). Langkah penetasan telur ikan gurami

Untuk satu induk ikan mampu menghasilkan telur sebanyak 1.500 – 2.500 butir. Sementara untuk padat telur ikan gurami dalam satu kolam penetasan antyara 4-5 butir/cm2 dan ketinggian air yang mencapai 15-20 cm.

Kepadatan dihitung dalam per satuan luas permukaan wadah sesuai dengan sifat telur yang mengembang. Sedangkan untuk mempertahankan kandungan oksigen yang larut, dalam penetasan perlu ditambahkan aerasi kecil akan tetap berhat-hati supaya telur tidak ikut teraduk.

Kualitas air media penetasan yang baik sebaiknya berada pada suhu 29-30°C, dengan pH 6,7-8,6 dan bersumber dari air tanah. Jika air sumber mengandung karbondiosida yang cukup banyak dan nilai pH yang rendah sebaiknya air diendapkan selama 24 jam. Penetasan telur bisa dilakukan pada berbagai tempat, antara lain :

  • Penetasan yang dilakukan di kolam pemijah. Cara budidaya ikan gurami tahap penetasan yang pertama ini bisa dilakukan dengan kondisi air yang jernih. Setelah induk melakukan pemijahan maka si betina akan menjaga telurnya lalu setelah 2-3 hari terlur-telur tersebut akan menetas dan berubah menjadi larva. Lalu setelah 9-12 hari larva baru bisa dipanen.
  • Penetasan dalam wadah yang terapung. Satu hari setelah induk bertelur bisa diambil kemudian dipindahkan pada ember dan mengeluarkan telur dengan sangat hati-hati. setelah itu telur dibersihkan dari lemah dan dipindahkan pada tanjer yang terbuat dari strimin halus yang diletakkan di tengah-tengah kolam.
  • Penetasan dalam paso.  Proses penetasan ini bisa dilakukan dengan menggunakan ember yang sebelumnya diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari. Berbeda dengan cara-cara sebelumnya, dalam proses penetasan paso ini harus melakukan pergantian air secara rutin untuk menjaga kualitas air supaya tetap stabil.

Bagaimana tertarik untuk membuka usaha budidaya ikan gurami? Sekian ulasan singkat tentang cara budidaya ikan gurami yang bisa kami bagikan kali ini. Semoga bermanfaat untuk anda semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *