Ciri-Ciri,  Penyebab Dan Gejala Penyakit Jembrana (Keringat Darah) Pada Ternak Sapi

Ciri-Ciri,  Penyebab Dan Gejala Penyakit Jembrana (Keringat Darah) Pada Ternak SapiBagi para peternak sapi, salah satu penyakit yang selalu menjadi momok bagi mereka adalah penyakit Jembrana atau biasa disebut dengan keringat darah. Penyakit ini tak bisa dianggap sepele karena bisa menyebabkan kematian bagi sapi tersebut nantinya.

Mirisnya lagi, penyakit Jembrana ini hanya terjadi di Indonesia saja, dan menyerang jenis Sapi Bali. Kenapa disebut sebagai penyakit Jembrana, karena penyakit ini pertama kali ditemukan di daerah Jembrana, Bali. Penyakit Jembrana ini memang cukup membuat para peternak sapi was-was, pasalnya dapat menular dan mewabah.

Ciri-Ciri,  Penyebab Dan Gejala Penyakit Jembrana (Keringat Darah) Pada Ternak Sapi Penyakit Jembrana Ciri-Ciri,  Penyebab Dan Gejala Penyakit Jembrana (Keringat Darah) Pada Ternak Sapi penyakit jembrana sapi

Awalnya penyakit Jembrana ini hanya menyerang jenis Sapi Bali saja, namun belakangan diketahui juga menyerang jenis sapi lainnya, seperti Sapi Ongole, Sapi Fresian dan juga Kerbau meskipun tidak menyebabkan kematian dalam waktu yang pendek. Ternak yang kerap terserang oleh penyakit Jembrana ini adalah berusia lebih dari 1 tahun, dan yang paling banyak mulai dari usia 4 tahun – 4 tahun.

Gejala dan ciri-ciri penyakit Jembrana

  • Ternak sapi mengalami demam tinggi, suhu badannya bisa mencapai 38 – 42 derajat celcius
  • Pada bagian kelenjar limfe mengalami pembengkakan hebat
  • Pada bagian selaput lendir mulut sapi ada sebuah luka
  • Sapi yang terjangkit sering kali mengalami pendarahan pada kulit
  • Sapi akan mengalami penurunan nafsu makan sehingga berat badannya mengalami penurunan
  • Diare yang bercampur dengan darah
  • Jika tidak segera ditangani maka bisa menimbulkan kematian

Penyebab dan Penularan Penyakit Jembrana

Penyakit ini disebabkan oleh virus  jembrana dan bersifat ganas jika menjangkit Sapi Bali. Untuk penyebaran penyakit jembranan ini diperkirakan karena ada lalat, nyamuk, atau caplak yang menghisap darah sapi yang terjangkit Jembrana, lalu ditularkan ke sapi lainnya yang masih sehat. Menurut Ditjen Kesehatan Hewan yakni Fadjar Sumping Tjatur Rasa jika penyebaran penyakit ini disebabkan oleh parasit darah.

Cara penanggulangan penyakit Jembrana

Untuk menanggulangi penyakit penyakit Jembrana ini ialah dengan upaya pencegahan dan juga pengobatan. Tindakan pencegahan dan pengobatan ini diupayakan agar nantinya tidak membuat penyakit menular dan akhirnya merugikan pada peternak sapi lain. Beberapa tindakan pencegahan penyakit jembrana ini bisa dilakukan sebagai berikut:

#Karantina

Hal ini perlu dilakukan kepada sapi yang baru datang dari tempat lain selamam beberapa hari. Selama di karantina ini kesehatan sapi harus benar-benar diperhatikan, karena dikhawatirkan sapi tersebut membawa penyakit yang bisa menular ke jenis sapi lainnya nanti.

#Isolasi

Yakni dengan cara memisahkan sapi yang terjangki penyakit tersebut di kandang lain terpisah dengan sapi yang sehat. Selama ditenpat isolasi sapi harus menjalani perawatan dan pengobatan hingga sapi dinyatakan benar-benar sembuh

#Sanitasi

Sanitasi ini dilakukan dengan cara membersihkan kandang dan juga lokasi disekitarnya. Kandang dan juga lokasi disekitarnya ini dibersihkan dari berbagai sampah atau limbah agar tidak dijadikan tempat berkembang biak serangga penghisap darah. Sampah atau limbah kotoran sapi ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk kpmpos pertanian,dan hal ini nanti bisa mematikan telur maupun larva dari serangga pengisap darah.

#Penyemprotan anti serangga

Untuk membunuh dan memusnahkan serangga penghisap ini maka disekitar kandang harus dilakukan penyemprotan anti serangga. Lakukan hal ini secara berkala dan sesuai dengan rekomendasi.

#Memelihara sapi dengan baik

Menjaga kesehatan dari ternak sapi ini menjadi faktor penting agar terhindar dari berbagai penyakti, salah satunya penyakit Jembrana. Untuk menjaga kesehatan sapi ini yakni memliharanya dengan baik dan benar, seperti memberi pakan yag cukup dan menjaga kebersihan kandang.

#Vaksinasi

Untuk mencegah penularan penyakit jembarana, maka perlu dilakukan vaksinasi secara rutin, agar nantinya sisitem kekebalan hewan ternak tetepa terjaga dengan baik dan sapi tidak terjangkit penyakit.

#Penyemprotan desinfektan

Penyemprotan desinfektan ini disemprotkan di lokasi dan sekitar kandang dimana ada kasus kematian yang disebabkan penyakit Jembrana. Untuk mematikan secara menyeluruh, maka penyemprotan ini juga perlu dilakukan pada peralatan ternak yang digunakan.

Obat penyakit jembrana

Untuk pengobatan penyakit jembrana ini sebaiknya dilakukan oleh dokter hewan agar mendapatkan obat yang tepat dengan dosis yang sesuai dengan tingkat keparahan penyakit dan usia sapi

#Pemberian antibiotik dan vitamin

Untuk pencegahan penyebaran penyakit jembrana, maka perlu diberikan antibiotik dan juga vitamin padasapi yang sehat agar tidak mudah terserang penyakit

#Memusnahkan ternak yang mati

Agar tidak semkin menyebar penyakit jembrana ini, maka sebaiknya untuk memusnahkan virus penyebab penyakit, maka ternak sapi yang mati segera dikubur saja. Sisa pakan dan sisa kotoran sapi yang mati juga dibakar atau dimusnahkan agar membunuh benih penyakit yang ada didalamnya.

Nah itu tadi ulasan tentang ciri-ciri,  penyebab dan gejala penyakit jembrana (keringat darah) pada ternak sapi, semoga bermanfaat.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: