Inilah Siklus Hidup, Gejala Serangan, dan Daur Penyakit Antraknosa (Colletotrichum Capsici)

Siklus Hidup, Gejala Serangan, dan Daur Penyakit Antraknosa Apa itu Colletotrichum capsici? Sebuah jamur pathogen yang menyebabkan penyakit pada tumbuhan. Dimana Colletotrichum capsici yang biasa disebut dengan Antraknosa merupakan keluarga dari polystigmataceae dari genus Colletotrichum, hal ini telah menyerang batang, daun, buah bahkan sampai ke rantingnya.

Perlu anda ketahui bahwa kebanyakan jenis tanaman bisa terinfeksi hal ini seperti tanaman bawang merah, cabai, tomat, melon, semangka, terong, timun, papaya dan masih banyak lagi tanaman yang bisa terjangkit penyakit ini.

Inilah Siklus Hidup, Gejala Serangan, dan Daur Penyakit Antraknosa (Colletotrichum Capsici) Penyakit Antraknosa Inilah Siklus Hidup, Gejala Serangan, dan Daur Penyakit Antraknosa (Colletotrichum Capsici) Inilah Siklus Hidup Gejala Serangan dan Daur Penyakit Antraknosa

Dimana pada infeksi jamur Colletotrichum Capsici diakibatkan pada musim hujan  di tanah yang berdrainase sangat buruk. Sedangkan pada musing panas dengan tanah berdrainase baik, maka sangat kecil terjangkitnya infeksi penyakit Colletotrichum Capsici. Tetapi, tidak bisa dipungkiri adapun serangan bisa saja terjadi kapan saja, dimana penyakit jamur ini juga bisa disebut dengan antraknosa.

Ternyata sebutan dari penyakit ini sangat bermacam-macam diantaranya patek, krapak, busuk kering dan masih banyak sebutan lainnya. Adapun beberapa siklus hidup, gejala serangan dan daur penyakit dari antraknosa.

Pertama, Siklus Hidup Antraknosa

Adanya pertumbuhan berawal dari jamur Colletotrichum Capsici yang memiliki bentuk koloni miselium dengan warna putih serta miselium juga timbul di permukaan. Nampaknya, dengan kemunculan yang sangat kecil bisa perlahan-lahan akan berubah hitam dan pada akhirnya memiliki bentuk aservulus.

Anda harus mengetahui bahwa Miselium ini juga ada beberapa macam seperti septa, intraseluler hifa dan inter. Dimana Aservulus dan juga Stroma yang terdapat pada batang memiliki bentuk hemispirakel yang memiliki ukuran 70-120 µm.

Seta telah menyebar dengan warna coklat gelap hingga coklat muda. Seta ini juga ada beberapa macam septa dan ukuran +150 µm. Dimana Konidiofor tak memiliki cabang, massa konidia cukup tampak dengan warna merah. Letak dari Konidia sendiri terdapat di ujung konidiofot. Adapun bentuk Konidia yaitu hialin, unseluler terdapat ukuran 17-18 x 3-4 µm.

Kedua, Gejala Serangan Penyakit Antraknosa

Dalam jamur Colletotrichum Capsici atau Antraknosa bisa saja menjadi infeksi batang, ranting, cabang, buah dan juga daunnya. Ternyata infeksi ini bisa juga terjadi pada buah mudah sampai matang, dalam gejala yang sangat awal dalam serangan ini juga ditandai dengan adanya bintik-bintik kedil dengan wana hitam serta sedikit melekuk kedalam.

Selain itu, jika buah sudah terjangkit infeksi Colletotrichum Capsici maka akan mengerut dan membusuk serta rontok karena sudah tak sehat lagi. Tanda infeksi tersebut cenderung berbentuk bulat cekung dengan beragam macam ukuran dan juga berkembangnya pada buah tersebut.

Adapun Massa Spora jamur yang memiliki warna merah jambu ke orange serta terdapat bentuk cincin yang telah konsentris dipermukaan bercak tersebut. Adapun bercak yang sudah menua, dimana aservuli akan semakin terlihat.

Kalau saja anda raba maka akan terasa terdapat titik-titik hitam kecil yang berada dibawah mikroskop yang tampak rambut halus dengan warna kehitaman. Dimana Spora juga telah membentuk sangat cepat dan juga memencar secara gesit pada permukaan buah tersebut.

Hal ini telah mengakibatkan hilangnya jingga 100%, dimana bercak tersebut bisa menjalar ke tangkai buah serta akan tinggalkan bintik yang tak beraturan dengan warna merah tua dan tepinya memiliki warna merah tua yang lebih gelap.

Ketiga, Daur Penyakit Antraknosa

Dalam pertumbuhan jamur Colletotrichum Capsiciterdapat bentuk koloni misselium dengan warna putih yang terdapat misselium yang timbul di permukaan. Pada infeksi ini telah terjadi apresoria yang akan dihasilkan. Lantaran adanya penurunan dinding ekstensif, hifa mempenetrasi kurtikula dan juga adanya tanda tumbuhan dbawah dinding kutikula serta dinding periklinal dari sebuah sel epidermis. Itulah beberapa penjelasan tentang penyakit antraknosa pada tumbuhan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: