Jenis Penyakit, Gejala Serangan Serta Cara Pengendalian Penyakit Utama Tanaman Kentang

Jenis Penyakit, Gejala Serangan Serta Cara Pengendalian Penyakit Utama Tanaman Kentang

Jenis Penyakit, Gejala Serangan Serta Cara Pengendalian Penyakit Utama Tanaman KentangKentang menjadi salah satu komoditi penting bagi warga Indonesia, dimana tanaman yang satu ini sering kali dibudidayakan untuk masyarakat yang tinggal di dataran tinggi dengan hawa udara yang begitu sejuk.

Seperti budidaya tanaman lainnya, dimana kentang ini ternyata juga begitu rawan terhadap gangguan organisme patogen, baik dari kelompok hama maupun dari penyakit tanaman lainnya. Untuk itu pada kesempatan kali ini kami ingin berbagi informasi kepada anda tentang jenis penyakit, gejala serangan serta cara pengendalian penyakit utama tanaman kentang kepada anda semua.

Jenis Penyakit, Gejala Serangan Serta Cara Pengendalian Penyakit Utama Tanaman Kentang penyakit utama tanaman kentang Jenis Penyakit, Gejala Serangan Serta Cara Pengendalian Penyakit Utama Tanaman Kentang Penyakit Utama Tanaman Kentang

Ada beberapa kelompok penyakit yang bisa menyerang tanaman kentang ini,  seperti cendawan atau jamur, bakteri, hingga virus. Untuk beberapa virus yang mengganggu tanaman kentang ini biasanya virus mosaik, virus penggulung daun, hingga virus Y, sementara untuk bakteri  yang sering menyerang tanaman kentang adalah Ralstonia solanacearum, dan juga sepedonicus.

Beberapa penyakit utama tanaman kentang

 Penyakit Layu Fusarium

Penyebab

Penyebab tanaman kentang bisa terjangkit penyakit Layu Fusarium ini adalah adanya cendawan Fusarium oxysporum yang menyerangnya.

Cara penularan

Cara penularan dari jamur ini adalah melalui udara, air, hingga peralatan pertanian yang digunakan oleh pemilik lahan itu sendiri

Gejala

Gejala tanaman kentang terjangkit virus ini adalah tanaman kentang mendadak layu, siklusnya mulai dari daun tiba-tiba tua, tulang daun berubah menjadi kuning, dan jika dibelah maka jaringan batang dan akar memiliki warna coklat. Selanjutnya tanaman menjadi layu keseluruhan dan pada akhirnya menjadi mati.

Tanaman inang cendawan Fusarium

Cendawan fusariuaam oxysporum ini memliki sofat polyfag, ia memiliki begitu banyak tanaman inang, seperti gulma maupun tanaman budidaya. Nah untuk tanaman budidaya menjadi inang cendwang patogen ini seperi labu, cabai, tomat, buncis, kacang panjang, hingga buah semangka.

Penyakit Layu Bakteri pada kentang

Penyebab

Penyebaba tanaman kentang terserang penyakit layu bakteri ini adalah adanya serangan dari bakteri Ralstonia Solanacearum.

Cara penularan

Untuk penularannya sendiri bisa melalui bibit (umbi) yang sudah sejak awal terinfeksi bakteri tersebut, serta melalui air juga bisa.

Gejala serangan

Gejala serangan  dari layu bakteri ini bisa mulai pucuk atau daun muda tanaman kentang menjadi layu, lalu menjalar kebawah menuju ke daun yang lebih tua dan terus menular hingga pangkal batang dan akhirnya membuat tanaman kentang mati. Biasanya penyakit layu bakteri ini berkembang pesat pada saat musim hujan tiba dan pada lahan yang memiliki pH rendah.

Tanaman inang bakteri Ralstonia Solanacearum

Tanaman yang seringkali menjadi inang dari bakteri tersebut adalah cabai, terong, tomat dan juga kentang.

Penyakit Busuk Cincin pada tanaman kentang

Penyebab

Penyebab terjadinya penyakit busuk cincin pada tanaman kentang ini karena serangan dari bakteri patogen, yakni Clavibacter michiganesis subsp. sepedonicus

Gejala serangan

Untuk gejala serangan dari penyakit ini pada umunya terjadi dipertengahan hingga akhir musim menjelang panen. Tanaman kentang yang terserang bakteri ini nantinya akan nampak layu, daun menjadi tua pada bagian bawah melemah, tuang dan daun utamanya berubag menjadi warna kuning. Pada bagian ujung daun menggulung keatas dan nantinya akan di ikuti tanaman menjadi mati secara cepat.

Penyakit bercak kering pada tanaman kentang

Penyebab

Penyakit bercak kering ini sudah begitu populer dikalangan para petani kentang, penyebab utama dari penyakit ini adanya cendawan Alternaria sp.

Cara penularan

Cara penularan bakteri ini melalui manusia, air, dan juga udara.

Gejala serangan

Gejala awal tanaman kentang terserang penyakit bercak kering adalah munculnya bercak kecil pada daun, lalu semakin lama bercak tersebut menjadi besar. Bercak tersebut memiliki warna coklat, dan lama kelamaan akan beruubah warna jadi hitam. Serangan ini dimulai pada daun bagian bawah, lalu menyebar keatas. Penyakit ini akan berkembang pesat jika kondisi kelembaban mencari 28-30 C.

Tanaman inang cendawan alternaria sp.

Cendawan yang sayu ini juga memiliki sifat Polyfag yakni memiliki banyak sekali tanaman inang. Tanaman yang kerap kali mendapat serangan cendawan ini adalah gambas, mentimun, kentang melong, kacang panjang, hingga semangka.

Penyakit busuk daun kentang

Penyebab

Penyebab penyakit busuk daun ini adalah anda cendawan phytophora infestans pada tanaman kentang anda

Cara penularan

Cara penularan dari cendawan ini bisa melalui air dan udara,  namun tidak menutup kemungkinan juga jika penularan virus ini bisa dari alat pertanian yang digunakan oleh para petani yang telah terinfeksi tanaman yang terjangkit virus tersebut.

Gejala serangan

Gejala awal yang ditumbulkan oleh penyakit busuk daun ini adalah tanaman kentang memiliki bercak kebasah-basahan di bagian tengah dan tepi daun. Lalu bercak tersebut menyebar kebagian nekrotik dan berubah menjadi warna coklat kehitam-hitaman. Bercak tersebut dikelilingi oleh masa aporangium yang berwarna putih dan berlatar belakang berwarna hijau kelabu. Lalu serangan ini semkain menyebar ke batang, tangkai, hingga umbi kentang. Serangan penyakit ini bisa menyebar cepat jika musim hujan datang.

Tanaman inang cendawan phytophora infestans

Cendawan phytophora infestans ini memiliki banyak sekali inang, seperti pada gulma dan tanaman budidaya. Beberapa tanaman yang menjadi inangnya seperti terongg, melon, semangka, mentimun, cabai, hingga tomat.

Cara pengendalian penyakit utama tanaman kentang

Untuk mengendalikan penyakit kentang ini dirasa kurang efektif jika hanya mengandalkan pestisida saja, karena selain melakukan pengendalian, para petani juga diharuskan melakukan pencegahan dengan menerapkan sistem penegendalian hama terpadu, seperti pengendalian populasi hama,  seperti berbagai tehnik dibawah ini.

#Pengolahan lahan yang baik

Sebaiknya, lahan yang akan digunakan dibersihkan dulu dari gulma maupun sisa tanaman sebelumnya, termasuk yang ada di dalam tanah juga. Pembersihan ini bisa dilakukan bersamaan dengan pembajakan atau pencangkulan lahan

#Pengapuran dan pengecekan pH Tanah

Apabila pH tanah didaerah anda masih kurang dari 6, maka anda harus melakukan pengapuran untuk menaikkan pH tanah. Apabila tanah yang ada di daerah anda memiliki pH rendah, bakteri dan juga jamur patogen akan berkembang pesat disana. Pengapuran ini biasa dilakukan setelah pencangkulan

#Aplikasi trichoderma sp

Untuk menekan pertumbuhan dari inang patogen yang ada di dalam tanah, maka trichoderma sp dibiakkan terlebih dahulu pada pupuk kandang lalu ditaburkan dilahan untuk proses pupuk dasar.

Aplikasi PGPR untuk menekan perkembangan bakteri pantoegn

Menggunakan bibit unggul yang steril dari berbagai penyakit, anda tahu jelas asal ulus dari benih yang terbebas dari virus tersebut

Gunakan sistem drainase terbaik, jaga kelembaban lingkungan agar bakteri  tidak mudah berkembang biak

Jika terpaksa, anda bisa menggunakan fungisida yang sesuai untuk mengendalikan penyebaran penyakit kentang itu

Untuk mengendalikan penyakit utama tanaman kentang yang disebabkan oleh bakteri, maka bisa menggunakan bakterisida yang direkomendasikan  nantinya. Semprotkan dengan dosis dan juga waktu yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *