X
    Categories: Pupuk

Jenis Pupuk Cabai untuk mencegah Layu Fusarium dan Layu Bakteri

Jenis Pupuk Cabai untuk mencegah Layu Fusarium dan Layu BakteriBagi para petani cabai, pastinya banyak sekali faktor yang harus mereka hadapi saat dalam musim tanam, dimana akan ada fase ganguan dari OPT (Organisme pengganggu tanaman)  yang pastinya akan sangat berpengaruh pada hasil panen nanti.

Untuk gangguan OPT ini sendiri sebenarnya ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya, mulai dari benih yang digunakan, waktu atau musim saat budidaya, pengolahan lahan dan pupuk, hingga cara budidaya tiap petani juga bisa faktor ganguan OPT ini.

Pupuk merupakan sebuah material yang didalamnya mengandung sebuah nutrisi tambahan yang sangat dibutuhkan oleh tiap tanaman,dan pastinya anda sudah tahu jika setiap pupuk ini memiliki intensitas nutrisi yang berbeda-beda tiap jenisnya. Secara garis besar, manfaat dari pupuk ini adalah membuat tanaman agar bisa tumbuh subur nantinya,karena pupuk adalah sumber nutrisi penting bagi tanaman.

Tanpa disadari, ternyata kandungan nutrisi  yang ada didalam pupuk ini juga ada kaitannya dengan pencegahan terhadap masalah penyakit seperti Layu Fusarium dan Layu Nakteri nanti. Sehingga dengan begini maka tanaman pun akan mampu tumbuh optimal dan hasil panen bisa melimpah.

Cara pemupukan Cabai agar sehat dan tahan dari penyakit Layu Fusarium dan Layu Bakteri

#Pengolahan lahan yang baik

Langkah pertama yang harus diperhatikan oleh para petani cabai adalah lahan yang mereka gunakan, dimana mereka harus terlebih dahulu membersihkan lahan dari sisa tanaman sebelumnya. Hal ini meliputi pembersihan dari permukaan tanah hingga yang ada didalam tanah, agar nantinya tidak mengganggu tumbuhan yang akan ditanam nantinya. Sisa tanaman ini sebaiknya nanti dibakar agar memutus siklus kehidupan OPT yang kemungkinan besar ada didalamnya.

#Pembajakan lahan atau penggemburan

Untuk menggemburan ini anda bisa memilih metode dibajak atau pun dengan cara mencangkul. Dalam penggemburan tanah ini alangkah baiknya dilakukan jauh hari sebelum bibit ditanam, hal ini agar memberikan kesempatan tanah terjemur dibawah sinar matahari untuk mematikan jamur dan bakteri yang ada di sekitarnya.

#Pengecekan pH tanah dan Pengapuran

Jika sudah selesai penggemburam selanjutnya ialah melakukan penegcekan pH tanah untuk memastikan jika kondisi tanah pekarangan anda memiliki pH yang ideal untuk tanaman cabai anda. Apabila pH tanah berada dibawah 5,5 maka lsilahkan taburkan kapur dolomit hingga memiliki pH yang ideal untuk tanaman cabai anda. Perlu diketahui, jika tanah yang memiliki pH rendah begitu disenangi oleh jamur dan bakteri peenyebab Layu Fusarium dan Layu Bakteri.

#Pembuatan Bedengan

Jika pH Tanah sudah selesai, selanjutnya ialah membuat bedengan. Nah pembuatan bedengan ini dimaksudkan untuk menghindari genangan air hujan, agar kondisi tanah tidak lembab dan becek, karena hal ini bisa dijadikan sarang bakteri dan jamur berkembang biak nanti. Untuk tinggi bedengan ini disesuaikan dengan kondisi lahan dan musim saja, apabila musim hujan sebaiknya bedengan dibuar lebih tinggi.

#Penaburan pupuk kandang (pupuk organik)

Untuk pupuk dasar cabai, penggunaan pupuk kandang atau pupuk organik ini bisa menjadi pilihan yang tepat nantinya, namun alangkah lebih baik lagi jika pupuk kandang ini difermentasi terlebih dahulu nantinya sebelum digunakan. Untuk mencegah terjadinya cabai terkena Layu Fusarium, maka pupuk organik ini difermentasi dengan menggunakan Trichoderma sp, jamur ini sangat bermanfaat untuk menekan perkembangan patogen penyebab Layu Fusarium.

#Aplikasi PGPR untuk mencegah penyakit layu bakteri

PGPR  (Plant Growth Promoting Rhizobakteri) atau dalam bahasa Indonesia memiliki arti “Bakteri Pemacu Pertumbuhan” adalah sekumppulan bakteri akan yang sangat bermanfaat untuk tanaman. Manfaat dari PGPR ini salah satunya adalah untuk menekan perkembangan bakteri yang menjadi penyebab penyakit akar, seperti contohnya Pseudomonas Solaacearum yang menjadi penyebab layu bakteri.

#Cara Aplikasi PGPR mencegah penyakit layu pada tanaman cabe

Dalam menerapkan PGPR ini bisa dilakukan untuk semua fase pertumbuhan sebuan tanaman, baik dilakukan saat masih dalam fase benih mamupun dikocorkan pada akan tanaman nantinya. Semprotkan PGPR dilahan/ diatas bedengan sebelum anda menanam bibit disana, dan dikocorkan lagi pada saat pasca tanam

#Pemupukan yang berimbang

Untuk hal ini jika didalam kehidupan manusia biasa dikenal dengan istilah 4 sehat 5 sempurna, dimana semua unsur nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman cabai kita bisa terpenuhi semua nanti, maka dengan begini tanaman cabai pun akan bisa tumbuh secara optimal nantinya. Karena pemberian fungisida dan bakterisida dianggap kurang optimal, maka anda perlu memberikan pupu nitrogen juga sesuai takaran agar bisa mengatasi serangan jamur dan bakteri.

#Jenis pupuk dasar tanaman cabai

Untuk pupuk yang digunakan untuk tanaman cabai ini adalah TSP, KCL dan juga pupuk Nitrogen. Untuk pupuk nitrogen ini tak harus menggunakan urea, bisa juga mengguankan pupuk cantik dan ZA. Didalam pupuk cantik memiliki kandungan 27% nitrogen (23,5% nitrate dan 13,5% ammonium), camsium sebesar 12% yang tentunya lebih baik dibanding pupuk urea. Sementara pupuk ZA memiliki kandungan nitrogen sebesar 28,8%, belerang 23,8%.

#Dosis pupuk dasar untuk tanaman cabai

Untuk dosis pupuk yang digunakan ini menyesuaikan kondisi tanah anda  ya sehingga tidak ada ketentuan khusus nantinya. Namun untuk kali ini kami menggunakan pupuk tanaman cabai yakni TSP : KCL : pupuk cantik : ZA, dengan perbandingan (4:2:1:1).   Kebutuhan pupuk untuk tanaman cabai yang memiliki luas lahan 1 HA kurang lebih mencapai 1 Ton. Jadi rinciannya adalah 500Kg TSP, 250 Kg KCL, 12g Kg ZA, 125 Kg Pupuk cantik.

#Dosis pupuk boron untuk tanaman cabai

Meskipun unsur boron hanya dibutuhkan sangat sedikit akan tetapi dampak yang diberikan cukup signifikan nanti untuk siklus kehidupan tanaman cabai anda. Untuk 1000 tanaman cabai anda bisa menambahkan pupuk boron 1kg dicampur pada pupuk KCL dan ZA tadi.

#Calsium wajib diberikan untuk tanaman cabai

Seperti halnya manusia, tanaman cabai pun juga membutuhkan Calsium (Ca) agar bisa tumbuh dengan baik nantinya, serta juga memiliki pengaruh dengan kualitas hidupnya juga nanti. Tanaman cabai yang kekurangan calsium begitu rentan terhadap serangan penyakit, sepeti contohnya Layu Fusarium danjuga Layu Bakteri ini.

#Cara aplikasi calsium pada tanaman cabai

Untuk pemberian pupuk calsium ini bisa anda lakukan pada bedengan sebelum bibit ditanam maupun pasca tanam nantinya. Calsium ini juga bisa anda berikan dengan cara disemprotkan ke daun serta seluruh  bagian dari tanaman cabai anda nantinya.

#Aplikasi unsur hara mikro (pupuk daun)

Pemberian unsur hara mikro pada tanaman cabai juga sangat penting untuk siklus pertumbuhannya nanti. Meskipun jumlanya sedikit, tapi jika kekurangan unsur mikro bisa membuat tanaman cabai kurang sehat dan rentan terhadap penyakit nantinya. UNsur hara mikro ini biasanya terdapat pada pupuk daun dan bisa diaplikasikan dengan cara dsemprotkan pada tanaman, dengan interval penyemprtoan 7-10 hari sekali.

wijaya :