Kenalan Yuk Sama Bumina dan Yumina, Teknik Baru Budidaya Ikan Sambil Berkebun

Teknik Baru Budidaya Ikan Sambil BerkebunBumina dan Yumina merupakan teknik baru dalam pembudidayaan ikan. Dengan menerapkan teknik ini kita tidak hanya sekedar budidaya ikan saja akan tetapi juga bisa sambil berkebun. Wah kelihatannya dua teknik ini sangat menarik untuk dicoba ya.

Seperti yang kita ketahui jika belakangan ini banyak sekali beredar beragam model teknik pertanian seperti halnya akuaponik, hidropik dan yang sedang menjamur saat ini adalah sistem polybag organik.

Kenalan Yuk Sama Bumina dan Yumina, Teknik Baru Budidaya Ikan Sambil Berkebun Bumina dan Yumina Kenalan Yuk Sama Bumina dan Yumina, Teknik Baru Budidaya Ikan Sambil Berkebun Bumina dan Yumina Teknik Baru Budidaya Ikan Sambil Berkebun

Sederet teknik pertanian ini mulai muncul seiring dengan menyempitnya lahan pertanian. Bahkan dengan munculnya teknik pertanian ini masyarakat merasa di untungkan. Bagaimana tidak dengan menerapkan teknik hidroponik, akuoponik  hingga polybag ini sangat murah meriah selain itu hasil yang didapat saat panen juga rumayan.

Pemerintah juga sudah setuju dan bahkan mendukung pengguanaan teknik pertanian modern tersebut. Melalui Balitbang KP, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia berhasil menciptakan teknik berkebun sekaligus budidaya ikan.

Teknik gabungan tersebut bernama Bumina dan Yumina. Hal tersebut seperti yang dilontarkan oleh Sujimanti selaku kepala penyuluhan pertanian Desa Cempoko Sawit, Kecamatan Sawit, Boyolali, Jawa Tengah.

Pada kesempatan tersebut Sujimanto menjelaskan tentang Bumina dan Yumina. Menurutnya Bumina adalah teknik gabungan antara budidaya ikan dan berkebun buah. Sedangkan Yumina adalah teknik gabungan budidaya ikan dan berkebun sayuran.

Secara mendetail Bumina dan Yumina adalah teknik bertani dimana pada bagian tepi kolam ikan terdapat sedert pot berukuran sedang. Dimana dalam pot tersebut terdapat aneka tanaman seperti buah dan sayur.

Sekilas teknik ini sangat mudah bahkan cara perawatannya pun juga tidak berbeda jauh dengan berkebun pada umumnya. Akan tetapi yang membedakan Bumina/Yumina dengan teknik berkebun lainnya adalah cara penyiraman.

Dalam teknik Bumina dan Yumina ini proses penyiraman dilakukan melalui pipa yang saling berhubungan antara pot A dan pot B yang secara otomatis bisa menyedot air dari kolam kemudian  air tersebut dialirkan ke pot-pot yang sudah terhubung dengan pipa tersebut.

Secara otomatis aliran air tersebut akan bergantian setiap 10 menit sekali kesisi kanan dan kiri kolam. Tidak hanya alirannya saja yang otomatis akan tetapi pompa airnya juga dibuat otomatis selama 10 menit teraliri air.

Selama 10 menit sekali air aka surut setelah itu akan teraliri lagi. Sujaminto juga mengungkapkan jika Bumina dan Yumina ini memiliki banyak manfaat salah satunya adalah mempermudah mereka yang mempunyai lahan sempit.

Selain itu keunggulan tanaman tidak membutuhkan pupuk lantaran tanaman sudah mendapat nutris yang cukup dan bahkan kebutuhan aliran air yang membawa feses ikan sehingga menjadikannya sebagai pertanian organik.

Sumianto juga sempat menambahkan jika sistem Bumina dan Yumina ini sangat cocok untuk ibu-ibu rumah tangga atau ibu-ibu PKK untuk dijadikan sebagai pengisi waktu luang sekaligus pemasukan. Mengapa sistem ini sangat cocok untuk ibu-ibu?

Hal ini dikarenakan cara perawatan yang mudah dan tidak membutuhkan lahan luas. Selain tanah media tanam Bumina dan Yumina ini juga bisa di isi dengan batu kerikil di bagian bawah lalu dibagian atasnya ditutup dengan akar aren.

Wah sangat menarik ya? Bagaimana apakah anda tertarik untuk menerapkan sistem Bumina atau Yumina? Jika iya yuk persiapkan semuanya sejak kini.

Itulah informasi tentang Bumina dan Yumina yang dapat kami bagikan. Semoga informasi tadi bermanfaat untuk anda.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: