Keunggulan Pupuk Phospat Pada Tumbuhan Kelapa Sawit Yang Perlu Kita Ketahui

Keunggulan Pupuk Phospat Pada Tumbuhan Kelapa Sawit  – Produktivitas tanaman kelapa sawit yang diketahui memiliki 2 faktor utama yang bisa mempengaruhi diantaranya yaitu faktor dalam dan faktor luar. Faktor dalam atau internal ini memiliki varietas serta mutu benih yang sudah digunakan. Untuk faktor luar maka terdiri dari unsure hara esensial. Dimana unsur hara esensial ini merupakan unsur pokok yang telah diperlukan oleh pertumbuhan tanaman tersebut.

Adapun jenis dari unsur hara esensial telah diperlukan bagi tumbuhan kelapa sawit merupakan unsur fosfor. Dalam unsur ini termasuk unsur hara makro yang sangat dibutuhkan pada jumlah yang banyak, serta lebih sedikit dibawah unsur nitrogen dan kalium tersebut.

Keunggulan Pupuk Phospat Pada Tumbuhan Kelapa Sawit Yang Perlu Kita Ketahui Keunggulan Pupuk Phospat Keunggulan Pupuk Phospat Pada Tumbuhan Kelapa Sawit Yang Perlu Kita Ketahui Keunggulan Pupuk Phospat Pada Tumbuhan Kelapa Sawit Yang Perlu Kita Ketahui

Tanaman kelapa sawit yang kekurangan adanya unsur fosfor maka produktivitasnya akan terganggu yang menimbulkan gejala kekurangan beberapa unsur tersebut. Beberapa jenis pupuk fosfor yang sering digunakan pada kelapa sawit.

Dalam kebutuhan unsur fosfor (P) tersebut maka perlu adanya pemupukan yang terdapat dalam kandungan fosfor diantaranya yaitu TSP, SP36 dan SP18. Untuk tiga jenis tersebut maka pupuk fosfor hanya sebuah persentase dalam kandungan yang beda.

Jenis Pupuk TSP

Diketahui bahwa pupuk TSP ini merupakan nutrient organic yang telah diugunakan dalam perbaikan hara tanah pertanian. Pupuk TSP (Triple Super Phosphate) sudah memiliki kandungan fosfor kurang lebih 44-46% yang memiliki bentuk P2O5.

Pupuk TSP ini memiliki bentuk granul atau butiran warna abu-abu. Pada bentuk butiran tersebut memang cukup umum dan tidak mudah larut dalam air, bereaksi lambat serta tak higroskopis. Pada pupuk TSP tersebut juga bisa digunakan sebagai pupuk dasar ataupun pupuk susulan.

Jenis Pupuk SP36

Ternyata pupuk SP36 ini sama dengan pupuk TSP yang merupakan pupuk sumber unsure fosor. Namun dari kedua pupuk ini memiliki perbedaan dalam kandungannya. Untuk kandungan P2O5 yang diterapkan dalam pupuk SP36 memiliki kerendahan dibandingkan pupuk TSP yang terdapat persentase 36%. Masalah harga pupuk SP36 lebih miring dibandingkan pupuk TSP.

Pupuk SP36 ini telah terbuat dari fosfat alam serta sulfat. Dalam bentuk butiran warna abu-abu, serta memiliki sifat lebih sulit larut pada air dan untuk beraksinya cukup lambat jadi sering digunakan sebagai pupuk dasar, selain itu juga bisa digunakan untuk pemupukan susulan. Untuk reaksi kimianya telah tergolong netral, tidak higroskopis serta bersifat membakar.

Jenis Pupuk SP18

Janis pupuk SP18 ini merupakan pupuk fosfor yang sudah terdapat kandungan P2O5 paling rendah dibandingan SP36 dan TSP. Untuk kadar P2O5 yang sudah diterapkan dalam pupuk SP18 ini hanya 18% saja. Pupuk satu ini memiliki bentuk butiran dan juga berwarna abu-abu serta lumayan sulit larut dalam air. Tidak hanya itu saja, pupuk ini bisa untuk pupuk dasar atau pupuk susulan.

Begini Cara Gunakan Pupuk TSP, SP36 dan Sp18 Pada Tumbuhan Kelapa Sawit

Anda bisa menaburkan pada area piringan ataupun dibenam dengan memiliki dosisi yang sudah disesuaikan untuk direkomnendasikan. Pada pupuk yang ditaburkan kurang lebih 25 cm dari pangkal batang sampai ujung piringan.

Pada pemupukan tersebut bisa menggunakan alat takar supaya lebih mudah untuk mengatur dosisinya. Bila ada penyimpangan maka tak terlalu banyak bila sudah menggunakan alat ukuran tersebut. Pupuk tersebut bisa anda aplikasi 2 kali dalam setahun pada awal musim hujan dan pada akhir musim hujan.

Selain itu, ada juga beberapa keunggulan Pupuk phospat terdiri dari TSP, Sp36 dan Sp18 yang sangat berguna untuk tanaman kelapa sawit diantaranya yaitu memiliki peran pada proses fotosintesios dan respirasi, menyusun asam nukleat, bisa merangsang perkembangan akar pada tanaman kelapa sawit tersebut.

Tak cukup itu saja keunggulannya juga bisa perkuat akar dan batang kelapa sawit maka tam mudah roboh, peningkatan ketahanan pada tanaman terhadap kekeringan, dalam pembentukan biji serta menghasilkan buah kelapa sawit, meningkatkan bobot buah, proses pemasakan buah, serta percepat masa panen buah kelapa sawit.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: