Memperbaiki Kualitas Apokat dengan Metode Top Working

Memperbaiki Kualitas Apokat dengan Metode Top Working  – Siapa yang tidak tahu apokat, pastinya anda semua sudah tahu buah yang satu ini. Apokat merupakan salah satu buah-buahan yang sudah berkembang pesat di Indonesia. Menariknya lagi tanaman yang mempunyai biji besar ini bisa tumbuh dengan mudah di musim penghujan dan musim kemarau.

Meski sudah berkembang cukup pesat nyatanya pemasaran apokat di pulau Jawa jauh lebih besar ketimbang kota-kota lain yang ada di Indonesia. Lain halnya di Indonesia untuk pemasaran kelas dunia dunia ternyata apokat menduduki posisi teratas. Posisi tersebut berada di urutan kelima setelah jeruk, pisang, nanas dan mangga.

Memperbaiki Kualitas Apokat dengan Metode Top Working Memperbaiki Kualitas Apokat Memperbaiki Kualitas Apokat dengan Metode Top Working Memperbaiki Kualitas Apokat dengan Metode Top Working

Meski apokat sudah sangat populer dikalangan para pecinta buah nampaknya di Indonesia sendiri apokat belum mempunyai nilai jual tinggi. Padahal jika kita lihat dari jumlah produksinya Indonesia menjadi salah satu negara yang memasok apokat dua kali lebih banyak dari Israel yang selama ini menjadi pemasok apokat di pasar Eropa.

Jawa Timur merupakan salah satu daerah di Indonesia yang menjadi pemasok apokat terbesar setelah Jawa Barat. Lebih dari 95% apokat yang dihasilkan memiliki mutu buah yang bagus dan hasil panen yang didapat juga beragam. Melihat hal tersebut membuat pemasaran apokat sering kali diterpa kendala baik dipasar lokal maupun manca negara. Untuk bisa sejajar dengan buah lainnya dibutuhkan apokat yang mempunyai kualitas bagus, menarik dan ukuran yang relatif.

Nah salah satu cara yang tepat untuk memulihkan kondisi tersebut kita bisa dilakukan dengan cara memperbaiki kualitas apokat dengan metode top working. Prinsip kerja metode ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan penyambungan yakni menyambungkan antara batang bagian bawah dengan batang atas yang membedakan hanyalah batang bagian bawahnya.

Untuk metode top working ini batang bagian bawah sudah berbentuk pohon yang mempunyai diameter kurang lebih 2,5 – 3,0 cm. Sementara untuk penyambungan bibit muda sebaiknya menggunakan batang yang mempunyai diameter 0u.ٖ}ńpcNzVV{急top working ini bisa dilakukan dengan cara sambung kulit dan sjaTng celah.

Menurut hasil penelitian cara sambung kulit memberikan prosentase tinggi ketimbang cara sambung celah. Cara sambung kulit digunakan untuk batang kulit yang sudah terkelupas sementara untuk sambung celah digunakan untuk pohon yang sudah tua dan kulit batangnya sulit terkelupas. Jika kedua cara tersebut tidak memberikan hasil yang memuaskan maka ada baiknya jikakita mencari cara lain.

Salah satunya adalah menggunakan cara menyambungkan tunas yang muncul akibat pemotongan pohon apokat. Tunas akan mulai muncul setelah 2-3 bulan kemudian. Memperbaiki kualitas apokat dengan metode top working juga mempunyai keuntungan seperti mampu mengganti varietas sebuah tanaman dengan varietas lain tanpa harus membongkar tanaman apokat itu sendiri.

Selain itu metode top working juga mampu mempercepat pertumbuhan apokat dan mempecepat masa juvenil tanaman. Antara 2-3 tahun setelah melakukan top working tanaman apokat akan memasuki masa produksi.

Supaya hasil yang diapat sesuai dengan harapan kita maka pemilihan varietas unggul. Ternyata pemilihan jenis varietas juga mempunyai peranan penting. Saat ini pemerintah Indonesia rupanya sudah mengintroduksi tanaman apokat berdasarkan negara asalnya. Kurang lebih ada 15 jenis variertas apokat yang ada di kebun koleksi Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika saat ini.

Dari belasan jenis variertas tersebut munculah varietas lokal yang mempunyai kualitas baik yaitu varietas jenis Hijau Panjang, Hijau Budnar, Merah Bundar dan Merah Panjang. Bahkan saat ini pemerintah Indonesia  telah menetapkan varietas Hijau Panjang, Hijau Bundar dan Fuertindo sebagai buah dengan kualitas unggul.

Semoga atikel tentang memperbaiki kualitas apokat dengan metode top working ini bermanfaat untuk anda semua… Terima kasih telah berkunjung dilaman kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *