X

Panduan Cara Ternak Kambing dan Cara Pengendalian Penyakit

Panduan Cara Ternak Kambing dan Cara Pengendalian PenyakitDi Indonesia kambing masih dibudidayakan dengan cara tradisional. Kambing dibudidayakan untuk di ambil daging dan susunya. Ada banyak jenis kambing yang di budidayakan oleh masyarakat Indonesia. Sebut saja kambing kacang, kambing etawa, kambing jawa randu, kambing peranakan etawa, kambing boer dan yang terakhir kambing saanen.

Walau demikian cara ternak kambing tidak jauh berbeda dengan hewan yang lainnya. Hal pertama yang harus dilakukan adalah memilih lokasi yang nyaman untuk dijadikan lokasi kandang kambing. Berikut adalah ketentuan yang perlu diperhatikan sebelum mendirikan kandang kambing :

  • Tempat tidak boleh tergenang oleh air
  • Usahakan jauh dari rumah, sumur atau sungai
  • Selain nyaman dan aman pastikan kandang mendapatkan sinar matahari yang cukup apalagi dipagi hari
  • Terlindung dari hembusan angin secara langsung

Hal kedua yang harus dilakukan adalah pembuatan kandang kambing. Seperti halnya manusia kambing juga membutuhkan rumah yang nyaman dan pastinya mampu melindungi dari hama pemangsa. Selain itu ukuran kandang juga perlu diperhatikan. Untuk ternak kambing dewasa ukuran kandang yang ideala antara 1 – 1,5 meter persegi.

Sejatinya ada dua jenis kandang kambing yaitu kandang koloni dan kandang individu. Kemudian hal ketiga adalah pemilihan bibit kambing yang baik dan sehat. Bibit kambing yang mempunyai kualitas unggul rupanya mampu memberi banyak keuntungan bagi para peternak. Sebelum melakukan budidaya ada baiknya jika kita menentukan terlebih dahulu jenis kambing yang nantinya akan kita budidaya apakah kita akan memilih kambing yang menghasilkan daging atau susu.

Keempat adalah cara pemeliharaan kambing yang baik. Saat ini kebanyakan peternak kambing memilih untuk memelihara kambing dengan cara tradisional. Yaitu  pada siang hari kambing di lepaskan di area lapang untuk mencari makan sendiri. Kemudian pada sore hari kambing baru dimasukkan kekandang.

Pada intinya apapun sistem yang diterapkan dalam pemeliharaan kambing para peternak harus memenuhi beberapa hal yang sudah diterapkan. Seperti pemberian makan dan minum secara teratur, memandikan kambing sekurang-kurangnya 2 kali dalam setahun, dan yang terkahir memotong kuku.

Meskipun terlihat sepele namun siapa sangka jika kuku kambing yang kurang terawat mampu memberi dampak negatif pada kambing. Salah satunya adalah kuku yang tidak di potong bisa patah dan menimbulkan luka dan infeksi.

Hal kelima yaitu perawatan kesehatan dan pencegahan penyakit kambing. Apapun sistem yang digunakan pastinya sebagian besar dari para peternak menginginkan jika  kambing peliharaan mereka tumbuh sehat dan bebas dari penyakit.

Kemudian cara ternak kambing yang keenam dilanjutkan dengan pengendalian penyakit. Beberapa penyakit yang sering kali terjadi pada kambing yaitu kembung, cacingan, radang kuku, penyakit kuku dan mulut, kudis dan masih banyak lainnya.

Untuk mengendalikan penyakit tersebut supaya tidak semakin parah para peternak harus merawat kambing-kambing mereka dengan baik dan benar. Dan yang ketujuh reproduksi ternak hewan kambing. Biasanya kambing petina mulai memasuki proses kawin saat usianya sudah mencapai 10-12 buan dengan berat 55-60kg.

Dalam satu tahun kambing betina hanya bisa beranak sampai 3 kali. Sementara untuk masa kehamilankambing sendiri sekitar 144-156 hari. Tanda-tanda kambing betina sudah mulai memasuki masa kawin antara lain :

  1. Terlihat gelisah dan nafsu makan dan minum mulai menurun
  2. Sering mengkibas-kibaskan ekornya
  3. Kemaluannya mulai membengkak
  4. Sering kencing
  5. Diam saat dinaiki oleh kambing jantan

Demikian ulasan mengenai panduan cara ternak kambing dan cara pengendalian penyakit yang bisa kami bagikan kali ini. Semoga ulasan tadi bermanfaat untuk anda semua. Terima Kasih

wijaya :