Sebab Utama Bunga Dan Buah Cabai Rontok Dan Cara Mengatasinya

Sebab Utama Bunga Dan Buah Cabai Rontok Dan Cara Mengatasinya

Sebab Utama Bunga Dan Buah Cabai Rontok Dan Cara MengatasinyaMenanam cabai sebenarnya gampang-gampang susah, mudah bagi mereka yang sudah menguasai ilmunya, dan susah bagi mereka yang baru mencoba-coba. Sehingga mereka belum memahami betul bagaimana cara memperlakukan tanaman cabai semasa hidupnya.

Nah pada kesempatan kali ini kita ingin berbagi informasi tentang sebab utama bunga dan buah cabai rontok dan cara mengatasinya. Dengan menulis artikel ini, diharapakan nantinya anda bisa menanam cabai dengan baik dan juga hasil panen pun sesai dengan yang anda inginkan.

Sebab Utama Bunga Dan Buah Cabai Rontok Dan Cara Mengatasinya Sebab Utama Bunga Dan Buah Cabai Rontok Sebab Utama Bunga Dan Buah Cabai Rontok Dan Cara Mengatasinya Sebab Utama Bunga Dan Buah Cabai Rontok Dan Cara Mengatasinya

Penyebab Utama Kerontokan Bunga Dan Buah Cabai

Sebelum kita mengetahui cara penanganan kerontokan dan solusinya, alangkah baiknya kita ketahui dulu penyebab dari kerontokan tersebut. Setelah kita mengetahui penyebabnya, baru kita mulai cari tahu cara mengatasinya.

Berikut ini beberapa hal yang menyebabkan kerontokan bunga dan juga buah cdari tanaman cabai:

  • Tanaman kekeringan
  • Tanah terlalu lembab
  • Kurang mendapatkan cahaya matahari
  • Serangan hama thrips atau tungau
  • Serangan virus CMV dan virus gemini
  • Kekurngan unsur kalium
  • Kelebihan atau kekurangan pupuk nitrogen
  • Sernagan penyakit antraknosa
  • Kekurangan salah satu unsur mikro

Nah itu tadi beberapa penyebab kerontokan pada bunga dan buah cabai yang harus anda ketahui. Jika sudah begini, maka kita bisa dengan mudah untuk melakukan tindakan pencegahan nantinya.

Cara Mencegah Dan Mengatasi Kerontokan Pada Bunga Dan Buah Tanaman Cabai

Menjaga kondisi tanah agar tetap lembab pada musim kemara. Caranya cukup dengan melakukan penyiraman rutin agar kebutuhan air dari tanaman cabai terpenuhi. Maka dari itu, pastikan menanam cabai dilahan yang dekat dengan sumber air, sehingga pada saat musim kemarau datang, anda bisa menyiraminya nanti.

Pastikan menanam cabai dilahan yang mendapatkan cahaya matahari secara penuh. Hindari menanam cabai pada lahan yang dekat dengan pohon besar, karena tanaman cabai membutuhkan sinar matahari penuh untuk menunjang pertumbuhannya.

Pada saat musim hujan, gunakan mulsa plastik hitam perak. Hal ini untuk menjaga kondisi tanah tetap stabil tidak terlalu basah nantinya.

Mencegah penyebaran virus lebih baik dibandingkan mengobati. Untuk pencegahan ini bisa dilakukan dengan cara mengendalikan vektornya, yakni kutu kebul dan juga aphids. Hindari menanam cabai pada bekas tanaman cabai atau kacang panjang.

Gunakan pestisda tepat sasaran dan juga dosis sesuai rekomendasi untuk mencegah tumbuhnya hama kutu-kutuan seperti thrips atau tungau. Untuk mengatasi kutu-kutan ini, gunakan insektisida berbahan aktif profenofos dan juga abamectin

Jangan memberikan pupuk nitrogen terlalu banyak. Selain bisa menyebabkan kerontokan pada bunga, juga menyebabkan tanaman cabai rentan terserang penyakit. Dan pastikan juga tanaman tidak kekurangan unsur nitrogen, berikan sesuai dosis.

Berikan pupuk kalsium untuk pupuk dasar untuk memenuhi kebutuhan kalsium pada tanaman, atau bisa memberikan kalsium dengan cara penyemprotan. Lakukan penyemprotan setiap 10-15 hari sekali.

Pemberian unsur mikro diperlukan dengan cara penyemprotan pupuk daun. Meskipun dengan jumlah yang sangat sedikit, hal ini perlu dilakukan karena kekurangan unsur hara mikro juga bisa menjadi penyebab kerontokan bunga.

Antraknosa merupakan salah satu penyakit yang bisa menyebabkan kerontokan pada bunga dan buah. Gunakan fungisidisa untuk mencegah penyabaran antraknosa ini sejak dini, yakni saat munculnya bunga pertama. Sebab jika sudah tersebar parah, maka antraknosa ini akan sulit untuk dikenadalikan. Gunakan fungisida yang memiliki bahan aktif mancozeb bergantian dangan propinep.

Demikian ulasan tentang sebab utama bunga dan buah cabai rontok dan cara mengatasinya, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *