X

Tentang Hama Tungau (Mites)

Tentang Hama Tungau (Mites)Hama Tungau ini biasanya bersembunyi dibalik daun. Dan hama ini menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan daun yang berada didalam jaringan mesofil sampai jaringan itu rusak. Akibat dari hal ini, maka akan membuat klorofil dari daun tersebut menjadi rusak dan mengakibatkannya kesulitan dalam proses fotosintesis tanaman.

Serangan dari Hama Tungau ini bisa dikenal dari munculnya bintik kuning pada permukaan daun, bintik ini semakin lama akan melebar lalu berubah warna menjadi coklat kehitam-hitaman. Daun tanaman akan berubah menjadi keriting lalu menggulung kebawah, berbentuk seperti sendil terbalik dan juga menebal.

Serangan Hama Tungau ini semakin parah apabila terjadi musim kemarau, hal ini dikarenakan Hama Tungau menjadi lebih cepat untuk berkembang dalam kondisi suhu yang kering. dengan udara panas dan memiliki suhu sekitar 27 derajat celcius, maka telur dari Hama Tungau ini akan menetas hanya dalam waktu 3 hari saja. Dan untuk berubah jadi tungau dewasa dalam 5 hari setelah menetas.

Satu ekor Hama Tungau betina ini mampu mengasilkan 20 butir telur dalam 2 hari, dan hal ini bisa hidup selam 2-4 mingu nantinya. dan bila jumlahnya ada ratusan ekor, maka sudah bisa dibayangkan ya ada ribuan Hama Tungau pada tanaman kita nanti.

Dikarenakan proses Hama Tungau yang sangat cepat, membuat para petani seringkali kesulitan untuk mengendalikan hama yang stau ini. maka dari itu para petani diharuskan melakukan pengecekan sejak dini untuk mengendalikan Hama Tungau ini agar tidak meluas penyebarannya. Jika ditemukan gejala., maka langsung saja dilakukan penyemprotan insektisda dengan berbahan aktif abamectin.

Hama Tungau ini merupakan hewan kecil yang memiliki tungkai delapan dan suka hidup bergerombol. Tungau ini berbeda dengan serangga biasa, akan tetapi bisa dikategprikan sebagai laba-laba. Ketika melakukan perkawinan, tungau betina ini nantinya akan menghindari terjadinya pembuahan pada beberapa butir telur untuk menghasilkan tungau jantan nantinya. telur yang dibuahi akan menjadi betina diploid, dan telur yang tidak dibuahi menjadi tunagu jantan diploid.

Hama Tungau ini menyerang tanaman di berbagai musim, dikarenakan memiliki kemampuan beradaptasi diberbagai habitat, seperti rumput, tanah, lumut, bahkan di gudang penyimpanan pun bisa. Hama ini memiliki sifat olyfag, sehingga menyrang berbagai tanaman.

Tungau Kuning (Polyphagotarsonemus latus)

  • Untuk tungau jenis ini akan menyerang tanaman seperti cabai, tomat, teh, dan karet.
  • Tungau Merah (Tetranychus bimaculatus dan Tetranychus cinnabarinus)
  • Tungau merah ini saat usianya masih muda memiliki warna merah jambu, dan akan mengalami beberapa pergantian warna kulit. Tungau muda berwarna putih, sementara tungau dewasa berwana merah. Tungau ini sering menyerang tanaman cabvai dan tomat
  • Steneotarsonemus bancofti menyerang tanaman tebu
  • Pyemotes spp menyerang tanaman lada
wijaya :