Tips dan Cara Menanam Terong dengan Mudah

Cara Menanam Terong  – Terong atau yang mempunyai nama ilmiah Solanum Melongena ini merupakan salah satu jenis sayur mayur semusim. Di Indonesia sendiri tanaman yang mempunyai bentuk lonjong berwarna ungu dan hijau ini bisa tumbuh dengan subur.

Dan bahkan tanaman ini bisa dengan mudah kita dapatkan baik di pasar tradisional sampai supermarket. Hebatnya lagi berkat pemikiran kreatif dari beberapa orang Terong bisa diolah menjadi berbagai macam makanan.

Tips dan Cara Menanam Terong dengan Mudah Cara Menanam Terong Tips dan Cara Menanam Terong dengan Mudah Tips dan Cara Menanam Terong dengan Mudah

Hingga pada akhirnya Terong sangat eksis di beberapa negara besar lainnya seperti India. Tak hanya warna ternyata Terong juga mempunyai jenis yang bermacam-macamseperti Terong Kopek, Terong Gelatik, Terong Bogor, Terong Medan, Terong Jepang dan masih banyak lainnya.

Tanaman Terong bisa tumbuh subur di tanah dengan pH 6-7. Sedangkan untuk cara menanam Terong sendiri juga tidak terlalu sulit. Untuk kamu yang penasaran dengan proses penanaman Terong kamu bisa mengikuti langkah berikut ini :

Penyemaian

Pilih benih Terong dengan kualitas unggul. Biasanya benih Terong yang baik mempunyai daya tubuh diatas 70%. Biasanya dalam satu hektar tanah membutuhkan 300 – 500 gram Terong. Sebelum memasuki proses penanaman biasanya benih Terong di semai terlebih dahulu.

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam proses penyemaian adalah pembuatan bedeng dengan ukuran 1×0,2 meter. bedengan tersebut dicampur dengan tanah, kompos dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1.

Langkah kedua adalah rendam benih Terong dalam air hangat kurang lebih 15 menit. Jika sudah angkat dan bungkus benih tersebut dalam kain basah diamkan selama 1 hari. Kemudian buat alur dengan jarak 5-10 cm diatas bedengan guna untuk menebar benih Terong yang sudah dibiarkan seharian tadi.

Setelah benih Terong di sebar tutup menggunakan daun pisang atau karung goni yang basah diamkan 2-3 hari sampai tumbuh kecambah. Jangan lupa untuk siram benih tersebut. Jjika sudah berusia 2 minggu pindah benih tersebut ke polybag.

Jika sudah berusia 1-1,5 bulan benih tersebut sudah memiliki 3-4 helai daun. Jika sudah begitu pindahkan benih ke tempat terbuka.

Pengolahan Tanah

Cara Menanam Terong selanjutnya adalah mengolah tanah seperti membebaskan tanah dari hama. Untuk hasil yang baik pastikan jika tanah tersebut mempunyai keasaman sekitar pH 5-6. Jika sudah buat lubang tanam dengan jarak 60 cm.

Perawatan Benih Terong

Pemupukan bisa dilakukan mulai 2 minggu setelah bibit ditanam. Ulangi pemberian pupuk setelah minggu ke 5 dan ke 7 setelah bibit ditanam. Sembari memberikan pupuk kamu juga membersihkan semak penggaung di sekitar tanaman.

Disamping itu kamu juga memasang ajir atau bilah bambu untuk menopang tanaman Terong yang sudah mulai besar. Untuk penacapan ajir ini sebaiknya dilakukan dengan jarak 5-7 cm. Kamu bisa mengikat tanaman Terong ke ajir menggunakan rafia.

Proses Pemanenan

Jika Terong sudah berusia 80 hari setelah masa penanaman bibit tanaman Terong sudah bisa dipanen. Pemanenan berikutnya bisa dilakukan setiap 3-7 hari sekali.  Dalam satu musim tanam, Terong bisa mencapai 15 kali panen atau bisa juga lebih dari itu.

Proses pemanennya pun tidak bisa dilakukan sembarangan. Untuk hasil yang baik petik Terong sampai ketangkainy. Sementara untuk waktu pemanenan sebaiknya dilakuka  pada pagi atau sore hari. Karena tanaman Terong tidak tahan lama sebaiknya setelah panen langsung dijual.

Bagaimana tertaik untuk menanam Terong? Demikian ulasan tentang Cara Menanam Terong. Selamat mencoba…

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: