Tips Mengatasi Rasa Gatal Pada Talas dan Efek Samping Mengkonsumsi Talas

Efek Samping Mengkonsumsi Talas  – Talas merupakan umbi-umbian yang bisa digunakan sebagai alternative untuk mengurangi ketergantungan pada beras karena memiliki kandungan mineral dan protein yang cukup tinggi dibandingkan dengan umbi, semisal ubi kayu dan ubi jalar.

Jenis Umbi-umbian ini juga menghasilkan karbohidrat yang memiliki peranan penting tak hanya sumber makanan dan bahan baku industri saja tapi juga bisa digunakan untuk pakan ternak. Selain itu manfaat talas digunakan sebagai sumber pangan yang sangat perlu untuk menunjang ketahanan pangan nasional.

Tips Mengatasi Rasa Gatal Pada Talas dan Efek Samping Mengkonsumsi Talas Efek Samping Mengkonsumsi Talas Tips Mengatasi Rasa Gatal Pada Talas dan Efek Samping Mengkonsumsi Talas Efek Samping Mengkonsumsi Talas

Talas ini memang cukup popular dan diproduksi paling tinggi di Papua dan Jawa yaitu Bogor, Malang dan Sumedang. Pada saat dikonsumsi usai dilakukan pengolahan dengan cara yang cukup sederhana, bisa direbus ataupun di goreng sebagai kripik talas.

Semakin berkembangnya jaman, maka talas tak hanya direbus tanpa ada rasa, ternyata juga bisa digunakan sebagai bahan olahan seperti kripik, getuk dan juga kue basah yang bisa menjadi refrensi oleh-oleh khas daerah dengan penghasil talas.

Kenapa Talas Terasa Gatal?

Kebanyakan semua jenis talas telah memiliki rasa gatal hanya saja ada kadarnya yang berbeda. Sedikit orang tak merasakan gatal usai memakan talas, tetapi juga banyak yang sensitive dengan zat yangmenyebabkan rasa gatal pada talas. Bila anda sensitif kalau memakan talas akan terasa gatal pada bagian mulut, bibir, lidah ataupun kulit tangan dan bagian tubuh lainnya.

Efek Samping Konsumsi Talas

Jika anda konsumsi makanan yang mengandung oksalat tinggi maka bisa mengaggu kesehatan lantaran bisa sebabkan bentuknya batu ginjal dan juga turunya absorpsi kalsium pada tubuh, dan ternyata talas juga mengandung oksalat dan proteinase. Diketahui bahwa kadar oksalat yang terdapat pada talas telah diukur dengan satuan ppm, dimana oksalat telah mencapai 210,92 ppm, dan yang terendah memiliki nilai 4.19 ppm.

Kandungan total oksalat yang semakin tinggi maka telah menunjukkan bahwa jenis dari talas semakin memiliki rasa gatal dan juga memiliki potensi Kristal endapan pada ginjal digunakan sebagai kalsium oksalat yang berbahaya untuk kesehatan. Dan juga sebaliknya kalau semakin rendah kadar total oksalat maka lebih aman untuk dikonsumsi serta baik juga bagi kesehatan.

Talas juga memiliki jenis yang memiliki kadar total oksalat tertinggi uang memiliki warna batang lebih keungu-unguan dibandingkan dengan talas yang yang memiliki oksalat lebih rendah. Untuk umbi dari kedua talas itu memiliki warna kuning.

Tips Menghilangkan Rasa Gatal Pada Talas

Meskipun talas sering kali menimbulkan rasa gatal, maka ada cara untuk menghilangkan rasa gatal tersebut. Rasa gatal yang dapat dihilangkan pada talas ternyata pada saat proses pemanasan yang melalui perendaman dengan air hangat dan perebusannya, selain itu juga pemanggangan dan pengeringan.

Selain itu, proses pada saat pemanasan tersebut telah mengurangi kelarutan oksalat, tetapi dalam prose situ tak bisa hilangkan semua kandungan oksalat yang dimiliki talas. Terdapat perlakuan kimia juga bisa untuk hilangkjan kalsium oksalat. Untuk penghilangan kalsium oksalat bisa dilakukan dengan cara larutkan kalsium oksalat pada asam kuat menjadi asam oksalat.

Pada saat peredaman larutan garam yang banyak digunakan untuk mengurangi efek gatal pada talas tersebut. Garam yang memiliki bentuk dari reaksi asam dan basa serta dari ion positif dan ion negative jadi bisa bentuk senyawa netral. Itulah beberapa cara untuk menghilangkan rasa gatal pada talas serta efek sampingnya saat dikonsumsi.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: